"Hidup Ini Berat Sekali, Matikan Saja Saya Yaa Allah!" (Hukum Berdoa Minta Mati).


Seandainya kematian adalah jalan keluar dari segala permasalahan kehidupan, niscaya ia akan menjadi sebuah pilihan, sehingga banuak orang-orang akan memilihnya, terutama bagi jiwa-jiwa yang tertimpa beratnya ujian.

Akan tetapi sangat berat hal ini, sebab setelah kematian ternyata masih ada jalan kehidupan berikutnya, tentu orang yang beriman lebih memahaminya. Ternyata jalan itu masih berujung, ada yang lurus ada pula yang bercabang, ada kenikmatan, adapula azab.

Itulah kematian, ternyata dia tidak menyelesaikan semua persoalan sebab disanalah nantinya akan ada suatu hari pembalasan dimana segala urusan dunia akan terlihat ringan, segala bentuk amal manusia kan dihisab, dan akhirat lah pertanggungjawaban paling berat agar kita selamat di hari itu, dengan mempertanggungjawabkan akhirat di dunia.

Maka jangan pernah anda berharap mati sebelum menyiapkan segala perbekalannya, kematian adalah suatu yang pasti kita tidak akan mampu untuk mengelak, namun jangan menganggap mati adalah penyelesai segala permasalahan. Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah ketika beliau ditanya,

"Apakah boleh seorang insan berdoa minta kematian untuk dirinya?"

Beliau rahimahullah menjawab, "Doanya seorang insan untuk minta kematian adalah haram, itu tidak boleh! Karena Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda,

لا يَتَمَنَّيَنَّ أَحَدُكُمْ الْمَوْتَ لِضُرٍّ نَزَلَ بِهِ 

“Janganlah salah seorang di antara kalian mengangankan (berharap) kematian karena (sebab) kesusahan yang menimpanya." (HR. Bukhari dan Muslim).

Yang wajib bagi seorang insan adalah untuk bersabar dan ihtisab (berharap pahala) serta memohon hidayah dan kekokohan.

Jika dia tertimpa musibah yang menyempitkan hidupnya maka mintalah (berdoa) kepada Allah ta'ala keselamatan, karena sesungguhnya semua urusan adalah milik Allah ta'ala. Wallahu waliyyu at taufiq." (Al Manahil Lafzhiyyah-Syaikh Ibnu Utsaimin, hal. 41, cet. Dar Ibnil Jauzi 2011).

Jika kita telah bimbang dan merasa cobaan, ujian, permasalahan semakin berat sehingga pikiran kita kacau maka segeralah mengingat Allah, perbanyak dzikir dan minta ampunan kepadaNya, kemudian kita berdo'a sebagaimana yang diajarkan berikut ini.

لَا يَتَمَنَّيَنَّ أَحَدُكُمْ الْمَوْتَ لِضُرٍّ نَزَلَ بِهِ فَإِنْ كَانَ لَا بُدَّ مُتَمَنِّيًا فَلْيَقُلْ

“Janganlah seseorang di antara kalian mengharapkan kematian karena tertimpa kesengsaraan. Kalaupun terpaksa ia mengharapkannya, maka hendaknya dia berdoa,

اللَّهُمَّ أَحْيِنِي مَا كَانَتْ الْحَيَاةُ خَيْرًا لِي وَتَوَفَّنِي إِذَا كَانَتْ الْوَفَاةُ خَيْرًا لِي

“Ya Allah, berilah aku kehidupan apabila kehidupan tersebut memang lebih baik bagiku dan matikanlah aku apabila kematian tersebut memang lebih baik untukku.” (HR. Al-Bukhari no. 5671 dan Muslim no. 2680)

Jangan panjang angan-angan, sebab angan-angan itu hampa, jangan berpikir cepat kematian hanya untuk menghindari dosa dan masalah yang bertumpuk, namun selesaikanlah dengan sabar dan yakin. Jangan pula berpikir jangan dengan ucapan “seandainya” untuk berangan-angan menentang takdir Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللهِ وَلاَ تَعْجِزْ، وَإِنْ أَصَابَكَ شَيْءٌ فَلاَ تَقُلْ: لَوْ أَنِّي فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا؛ وَلَكِنْ قُلْ: قَدَرُ اللهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ؛ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ

“Bersungguh-sungguhlah engkau dalam melakukan apa yang bermanfaat untuk dirimu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan jangan malas. Apabila engkau tertimpa musibah, janganlah engkau mengatakan, ‘Seandainya aku berbuat demikian, tentu akan demikian dan demikian.’ Akan tetapi, katakanlah, ‘Ini adalah takdir Allah dan apa yang Allah kehendaki pasti akan terjadi.’ Adapun kata ‘seandainya’ akan membuka pintu bagi setan (agar engkau tidak menerima takdir).” (HR. Muslim).

Bagi anda yang merasa gundah gulana, stress, pikiran kacau, banyak masalah, beratnya ujian dan musibah, sebaiknya yakin dengan takdir Allah, insyaAllah ada hikmah dan ada kebaikan di dalamnya. Berdoalah kepada Allah jalla jalaluhu untuk menghilangkan gundah gulana dan stress yang melanda. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah seorang tertimpa rasa gundah, sedih, lalu ia mengucapkan:

اللَّهُمَّ إِنِّى عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وَابْنُ أَمَتِكَ نَاصِيَتِى بِيَدِكَ مَاضٍ فِىَّ حُكْمُكَ عَدْلٌ فِىَّ قَضَاؤُكَ أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَداً مِنْ خَلْقِكَ أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِى كِتَابِكَ أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِى عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِى وَنُورَ صَدْرِى وَجَلاَءَ حُزْنِى وَذَهَابَ هَمِّى

"Wahai Allah, sesungguhnya aku ini adalah hamba-Mu dan anak dari hamba-Mu (yang lelaki) dan anak dari hamba-Mu (yang perempuan), takdirku di tangan-Mu, keputusan-Mu telah tetap padaku dan qadha-Mu adalah adil untukku, aku memohon kepada-Mu, dengan setiap nama yang Engkau miliki, yang telah Engkau beri nama dengannya diri-Mu atau yang telah Engkau ajarkan nama tersebut kepada siapapun dari makhluk-MU atau yang telah Engkau turunkan di dalam kitab (suci)-Mu atau yang telah Engkau simpan di dalam Imu gaib milik-Mu, jadikanlah Al Quran sebagai penyejuk hatiku, cahaya di dalam dadaku dan penghilang kesedihanku serta pelenyap kegundahanku.” (HR. Ahmad).

Jangan pernah menyerah, jadilah hamba yang tangguh, selesaikan segala urusan dengan takwa dan meminta solusi (musyawarah) kepada orang yang berilmu. Dan jangan lupa, berdoa kepada Allah ta'ala dengan memohon jalan keluar dari permasalahan yang ada. Wallahu alam.

Ditulis oleh: Saryanto Abu Ruwaifi' hafizhahullah

Bandungan, Kab. Semarang, Jum'at malam Sabtu, 28 Jumadil Akhirah 1441 H/ 21 Februari 2020.
Diterbitkan oleh: Grup Dakwah & Channel Dakwah Silsilah Manhaj Salaf.
Free for share