DOSA UMPAMA MINYAK


Salah satu karakter mukmin yang berjiwa hanif adalah mencari kebenaran dalam kehidupan ini. Dengan kebenaran tersebut ia akan mendapat petunjuk untuk menjauhi dosa-dosa, karena seorang mukmin tidak akan pernah merasa tenang dengan dosa walaupun sangat sedikit. Ibnu Mas’ud radhiyaallahu ‘anhu berkata,

إِنَّ الْمُؤْمِنَ يَرَى ذُنُوبَهُ كَأَنَّهُ قَاعِدٌ تَحْتَ جَبَلٍ يَخَافُ أَنْ يَقَعَ عَلَيْهِ ، وَإِنَّ الْفَاجِرَ يَرَى ذُنُوبَهُ كَذُبَابٍ مَرَّ عَلَى أَنْفِهِ

“Sesungguhnya seorang mukmin melihat dosanya seakan-akan ia duduk di bawah gunung dan khawatir gunung tersebut akan menimpanya. Sedangkan seorang yang fajir (yang gemar maksiat), ia akan melihat dosanya seperti seekor lalat yang lewat begitu saja di hadapan batang hidungnya.” (Riwayat Al Bukhari dalam kitab Shahihnya no. 6308).

Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu berkata,

إِنَّكُمْ لَتَعْمَلُونَ أَعْمَالاً هِىَ أَدَقُّ فِى أَعْيُنِكُمْ مِنَ الشَّعَرِ ، إِنْ كُنَّا نَعُدُّهَا عَلَى عَهْدِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – الْمُوبِقَاتِ

“Sesungguhnya kalian mengerjakan amalan (dosa) di hadapan mata kalian tipis seperti rambut, namun kami (para sahabat) yang hidup di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menganggap dosa semacam itu seperti dosa besar yang membinasakan.” (Riwayat Al Bukhari dalam kitab Shahihnya no. 6492).

Maka seorang mukmin akan berusaha menghapus dosanya walaupun sedikit dengan segera, agar dosa tersebut tidak berimbas parah dalam diri dan hatinya. Dosa yang menempel pada hati akan menimbulkan bercak-bercak hitam sehingga hati akan menjadi sakit. Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا أَخْطَأَ خَطِيئَةً نُكِتَتْ فِى قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فَإِذَا هُوَ نَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ وَتَابَ سُقِلَ قَلْبُهُ وَإِنْ عَادَ زِيدَ فِيهَا حَتَّى تَعْلُوَ قَلْبَهُ وَهُوَ الرَّانُ الَّذِى ذَكَرَ اللَّهُ ، كَلاَّ بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ 

“Seorang hamba apabila melakukan suatu kesalahan, maka dititikkan dalam hatinya sebuah titik hitam. Apabila ia meninggalkannya dan meminta ampun serta bertaubat, hatinya dibersihkan. Apabila ia kembali (berbuat maksiat), maka ditambahkan titik hitam tersebut hingga menutupi hatinya. Itulah yang diistilahkan “ar raan” yang Allah sebutkan dalam firman-Nya (yang artinya), ‘Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka’.” (HR. At Tirmidzi no. 3334, Ibnu Majah no. 4244, Ibnu Hibban (7/27) dan Ahmad (2/297). At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih)

Dosa umpama minyak, sebagaimana hadits diatas, ketika dosa mengenai hati, maka timbullah noktah-noktah hitam membekas sebagaimana baju putih yang terkena minyak, yang menimbulkan bekas noda. Ibnul Jauzi rahimahullah berkata,

وقوع الذنب على القلب كوقوع الدهن على الثوب، إن لم تعجل عنسله وإلا انبسط

"Ketika dosa mengenai hati, maka itu seperti minyak mengenai pakaian. Jika tidak segera engkau cuci maka ia pun akan semakin meresap (semakin sulit dibersihkan -pen.). (Kitab al-Mudahhisy, hal. 357).

Jangan sampai hati kita terkena noktah-noktah dosa yang mengakibatkan hati kita mati, keras lagi membatu. Hati yang keras dan membatu akan sulit menerima nasehat, maka harapan untuk kembali kepada kebenaran amatlah susah. Mujahid rahimahullah mengatakan,

“Hati itu seperti telapak tangan. Awalnya ia dalam keadaan terbuka dan jika berbuat dosa, maka telapak tangan tersebut akan tergenggam. Jika berbuat dosa, maka jari-jemari perlahan-lahan akan menutup telapak tangan tersebut. Jika ia berbuat dosa lagi, maka jari lainnya akan menutup telapak tangan tadi. Akhirnya seluruh telapak tangan tadi tertutupi oleh jari-jemari.” (Fathul Qodir, Asy Syaukani, Mawqi’ At Tafasir, 7/442).

Mari kita perbanyak taubat dan istighfar, itulah yang akan menghilangkan gelapnya hati dan membuat hati semakin bercahaya sehingga mudah menerima petunjuk atau kebenaran.

Ditulis oleh: Saryanto Abu Ruwaifi' hafizhahullah

Bandungan, Kab. Semarang, Rabu malam Kamis, 26 Jumadil Akhirah 1441 H/ 19 Februari 2020.
Diterbitkan oleh: Grup Dakwah & Channel Dakwah Silsilah Manhaj Salaf.
Free for share