DI DEPAN GERBANG KEMATIAN


Kematian, adalah sebuah rahasia yang hanya diketahui oleh Allah ta‘ala. Tiada seorang pun tahu kapan ia akan mati, namun itu adalah sebuah kepastian. Allah telah menetapkan setiap jiwa pasti akan merasakannya. Apabila sudah tiba saatnya, malaikat maut akan segera menunaikan tugasnya. Tak akan ada keterlambatan jadwal, sedetik pun tak akan ada. Malaikat adalah makhluk yang patuh dan tunduk kepada Rabbnta, berbeda dengan manusia, yang zalim dan jahil. Maka tak akan mungkin seorang pun lari dari kematian …

قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Jumu’ah: 8).

Tempat peristirahatan mewahmu telah disiapkan ia telah didaftarkan disalah satu kavling tak ada tawar menawar lagi. Dan ia telah tertulis dalam cacatan ilmu Allah Lauh Mahfuz Nya. Berkata seorang penyair:


الموت باب وكل الناس داخله يا ليت شعري بعد الموت ما الدار
الدار جنة خلد إن عملت بم يرضي الإله وإن قصرت فالنار

Kematian adalah pintu gerbang yang akan di masuki setiap manusia
Aduhai….setelah kematian dimanakah kampungku ?.
Padahal kampung itu adalah surga yang kekal seandainya engkau beramal
Yang membuat Tuhanmu ridho , tapi jika berleha-leha maka nerakalah kampungmu

Wahai saudaraku…..kematianmu akan segera tiba, bersiaplah tuk menyambutnya !!
Kematian pasti datang… mau tidak mau, suka tidak suka dia akan menghampirimu, setiap saat, kapan dan di mana saja dan dalam kondisi apapun ia akan datang. Kemtian tidak mengenal waktu, dia akan menjemputmu dikala pagi, siang ataupun malam.

Jangan sampai anda tenggelam dalam seribu satu kesenangan, sementara anda lalai mempersiapkan diri menyambut kematian. Ingatlah selalu pemutus kelezatan tersebut, jangan kaku dan tamak terhadap dunia, jabatanmu, hartamu, pangkatmu, tak ada gunanya. Ingatlah pemutus semua kelezatan itu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda:

أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ يَعْنِي الْمَوْت

"Perbanyaklah mengingat pemutus segala kenikmatan yaitu kematian." (HR. An Nasai no. 1824, Tirmidzi no. 2307 dan Ibnu Majah no. 4258 dan Ahmad 2: 292. Hadits ini hasan shahih menurut Syaikh Al Albani).

Dengan mengingat kematian akan membuat seseorang lebih banyak menangis dan senantiasa khawatir dengan nasibnya setelah mati. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لو تعلمون ما أعلم لضحكتم قليلا ولبكيتم كثيرا

"Seandainnya kalian mengetahui apa yang ku ketahui (kematian), niscaya kalian akan sedikit tertawa dan lebih banyak menangis." (HR. Muttafaq ‘alaihi).

Andai manusia sadar. Seandainya dia tahu apa isi neraka saat ini, pasti ia akan menangis. Subhanallah, Siapakah diri yang tidak merasa takut dari neraka? Ia adalah sebuah negeri kengerian yang penuh oleh jeritan manusia-manusia durhaka.

Andai kau manusia sadar bahwa sehat itu mahal, namun apakah ia lalai bahwa ada orang yang sehat namun ia mati? Inilah sebuah rahasia yang tidak akan diketahui setiap orang. Berkata sebagaian ulama:

”Wahai orang yang tertipu dengan panjangnya masa sehat, apakah engkau tidak pernah melihat sekalipun ada seseorang yang mati tanpa didahului penyakit? Wahai orang yang tertipu dengan umur yang panjang , apakah engkau tidak pernah melihat ada orang yang mati dengan tiba-tiba? kenapa kalian tertipu dengan kesehatan kalian? Ataukah panjang angan-angan yang telah memperdaya kalian? Ataukah kalian adalah orang-orang yang nekat menyambut kematian?”.

Berkata Al hasan: ”Aku tidak pernah melihat ada suatu perkara yang pasti dan yakin tetapi seolah-olah manusia ragu akan kedatangannya daripada kematian, padahal mereka dalam keaadaan lalai darinya, dan aku tidak pernah melihat ada perkara yang benar dan pasti namun tampak seperti sebuah kedustaan daripada ungkapan seseorang: kami menginginkan surga , padahal mereka malas dan tidak bersungguh-sungguh untuk mendapatkannya”. (Dinukil Alqasimi dari Al-Aqibah hlm. 95).

Wahai saudara kita sedang berada di depan gerbang kematian, dengan apakah kita akan membentengi diri darinya ? Apakah dengan menumpuk kesalahan dan dosa, hari demi hari, malam demi malam, sehingga membuat hati semakin menjadi hitam ? Tentu tak akan bisa.

Namun sayang tatkala setiap orang sedang menunggu tiket malaikat maut mereka malah bersenang-senang dan berfoya-foya, bahkan mereka terkena penyakit yang sangat parah yaitu "CINTA DUNIA & TAKUT MATI", dunia dan takut mati. Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « يُوشِكُ الأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا ». فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ « بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزِعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمُ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِى قُلُوبِكُمُ الْوَهَنَ ». فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهَنُ قَالَ « حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ ».

Dari Tsauban, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hampir saja para umat (yang kafir dan sesat, pen) mengerumuni kalian dari berbagai penjuru, sebagaimana mereka berkumpul menghadapi makanan dalam piring”. Kemudian seseorang bertanya,”Katakanlah wahai Rasulullah, apakah kami pada saat itu sedikit?” Rasulullah berkata,”Bahkan kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi kalian bagai sampah yang dibawa oleh air hujan. Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian ’Wahn’. Kemudian seseorang bertanya,”Apa itu ’wahn’?” Rasulullah berkata,”Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Abu Daud no. 4297 dan Ahmad 5: 278, shahih kata Syaikh Al Albani. Lihat penjelasan hadits ini dalam ‘Aunul Ma’bud).

Dimanapun, kemanapun kita berada dan kita pergi maut akan selalu menyertai, sebab ia adalah suatu kepastian, sebuah takdir yang telah tertulis, tak akan ada yang mampu tuk mengelak. Ali bin Thalib-radhiallahu ‘an hu tatkala berpidato dari atas mimbarnya , setelah memuji dan memuja Allah dia berkata:

”Wahai hamba Allah, kematian tidak akan ada yang luput darinya,seandainya kalian berdiri untuknya dia akan menjemput kalian, seandainya kalian berlari maka dia mengejar kalian, maka selamatkan diri kalian, sesungguhnya di belakang kalian ada kuburan yang telah menunggu, waspadalah dengan himpitan, gelap dan seramnnya, ketahuilah bahwa kubur akan menjadi lubang-lubang api ataupun taman- taman surga…(Dinukil oleh al Qasimi dari lbidayah wa an-nihayah: 7/149)

Duhai setiap jiwa yang menanggung dosa, andaikan engkau ingat dan selalu tersadar akan datangnya kematian, pastilah engakau akan lebih banyak tuk beramal dalam mempersiapkan diri menyambutnya, engkau selalu jera terhadap dosa-dosa yang selalu menumpuk, bahkan engkau tak akan berfoya-foya, sebenyak apapun hartamu, walau engkau sakit sampai berobat dengan pengobatan yang canggih dan habis hartamu, kematian akan tetap hadir tuk menjemputmu, itulah jatah tiketmu, sebab tak ada manusia yang hidup kekal.

Ditulis oleh akhukum fillah, Saryanto ABU RUWAIFI' hafizhahullah

Kampus Pascasarjana UMS Solo, Sabtu siang 14 Jumadil Akhirah 1441 H.
Diterbitkan oleh: Grup Dakwah & Channel Dakwah Silsilah Manhaj Salaf
Free for share