BERMANHAJ SALAF ITU BERAT


Saudara bermanhaj Salaf Itu Berat, ia bagaikan menggenggam bara api, bagi mereka yang mendahulukan hawa nafsunya pasti berat. Bagi mereka yang mendewakan akalnya, bagi mereka yang menyelisihi Qur'an Sunnah.

إِنَّا سَنُلْقِيْ عَلَيْكَ قَوْلًا ثَقِيلًا

“Sesungguhnya Kami akan menurunkan perkataan yang berat kepadamu.” (QS. Al-Muzammil: 5)

Tidak semua orang mampu memikul beban berat. Jadi bermanhaj salaf itu memang berat dan tidak disukai oleh manusia yg bernafsu tinggi. Sudah pasti kebenaran itu memang berat.

حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ

“Syurga diliputi oleh hal-hal yang tidak disukai.” (Lihat: Al-Bukhary no. 6487 dan Muslim no. 2822

Saudara bagi Mereka yang lebih memilih hawa nafsunya akan sulit Istiqomah di atas manhaj salaf...

Seseorang yang ingin menjadikan agama sebagai tangga untuk meraih kedudukan atau harta atau kepentingan dunia, maka manhaj salaf tidak akan cocok baginya, bagi keinginan dan tujuannya serta penyakit-penyakitnya.

Karena manhaj Salaf bersih dari penyakit- penyakit dan kotoran- kotoran. Manhaj Salaf konskwensinya adalah adanya pembeda yang jelas. Pembedanya adalah sesuatu yang berat. Setiap orang mengetahui pembedanya. Hanya saja apakah setiap orang mampu untuk mengangkat panji ini di hadapan lawan, musuh, kelompok-kelompok, bahkan negara-negara?!, Tentu tidak setiap orang akan mampu,

Saudara pembedanya bahwa manhaj salaf itu..

Manhaj salaf adalah manhaj yang memerangi hizbiyah, furqoh, perpecahan, berpartai-partai, dengan segala model dan jenisnya, mengapa demikian?, Sebab:


Manhaj salaf hanya menyandarkan diri kepada satu orang yang maksum yaitu rasulullah shallallahu alaihi wasallam, maka siapapun yang keluar dari dakwah mereka kami tidak menamainya salafy. Adapun kelompok-kelompok yang lain maka mereka menyandarkan diri kepada orang-orang yang tidak maksum. Allah ta'ala memerintahkan kita agar bersatu diatas manhaj yg haq dan tidak bercerai berai. Allah Ta’ala berfirman,

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَآءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا

"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara." (QS Ali Imran:103)

Manhaj salaf bukan radikal, yang radikal itu engkau yg keras hati, sinis dan terusik saat mendemgar Islam jaya, ketawa/bahagia saat melihat syari'at Islam mengalami kemunduran atau dilecehkan. Salaf adalah golongan pertengahan Allâh Azza wa Jalla berfirman,

وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا

"Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil (terbaik) dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu."_ [Al-Baqarah/2:143]

Manhaj salaf tidak suka Berselfie

"Karena mereka mentaati printah Rabbnya Untuk saling menundukkan Pandangan." (QS. An Nur 30-32)...

Rasulullah Salallahu'alaihi wa Sallam bersabda:
“Aku tidak meninggalkan satu fitnah pun yang lebih membahayakan para lelaki selain fitnah wanita.” [HR. Bukhari: 5096 dan Muslim: 2740]

Manhaj Salaf Tidak suka mendengarkan Musik, Sebab Allah dan Rasul-Nya mengharamkan Musik. Allah Ta'ala berfirman,

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ وَإِذَا تُتْلَى عَلَيْهِ آيَاتُنَا وَلَّى مُسْتَكْبِرًا كَأَنْ لَمْ يَسْمَعْهَا كَأَنَّ فِي أُذُنَيْهِ وَقْرًا فَبَشِّرْهُ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

“Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan. Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbat di kedua telinganya; maka beri kabar gembiralah padanya dengan azab yang pedih.” (QS. Luqman: 6-7)

Rasulullah Salallahu'alaihi Wa Sallam bersabda:
"Akan ada dari kalangan umatku yang menghalalkan Sutra, Khamar, Zina dan Alat Musik."_
[HR. Al Bukhari]

Manhaj salaf melarang Wanita Bertabaruj dan Berdandan selain kepada Suami atau Mahromnya saat keluar rumah.

"Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu.” (QS Al Ahzab: 33)

Apabila keluar rumah hendaknya wanita tidak menampakkan keindahan dirinya.

Allah berfirman,
"Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka.”_ (QS. An Nur:31)

“Wanita adalah aurat. Apabila keluar disambut (dipecantik) oleh setan.”
[HR. At Tirmidzi 2/23 dishahihkan oleh Al Imam Al-Albani, Tuhfadzul Ahwadzi, 3:253]

Manhaj Salaf itu tidak PEROKOK, sebab menjadi ahli hisap itu berbahaya mending jadi Ahlus Sunnah kita akan selamat.

Ulama Syafi’iyah seperti Ibnu ‘Alaan dalam kitab Syarh Riyadhis Sholihin dan Al Adzkar serta buku beliau lainnya menjelaskan akan haramnya rokok. Begitu pula ulama Syafi’iyah yang mengharamkan adalah Asy Syaikh ‘Abdur Rahim Al Ghozi, Ibrahim bin Jam’an serta ulama Syafi’iyah lainnya mengharamkan rokok. Di antara alasan haramnya rokok adalah dalil-dalil berikut ini. Allah Ta’ala berfirman,

وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ

“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan“. (QS. Al Baqarah: 195)

Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لا ضَرَرَ ولا ضِرارَ

“Tidak boleh memulai memberi dampak buruk (mudhorot) pada orang lain, begitu pula membalasnya.” [HR. Ibnu Majah no. 2340, Ad Daruquthni 3/77, Al Baihaqi 6/69, Al Hakim 2/66. Kata Syaikh Al Albani hadits ini shahih]

Manhaj Salaf memerangi kebid'ahan dan Bukanlah Ahlul Bid'ah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam urusan kami ini (urusan agama) yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak”
[HR. Bukhari no. 2697 dan Muslim no. 1718]

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam setiap memulai khutbah biasanya beliau mengucapkan,

أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

“Amma ba’du. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sejelek-jelek perkara adalah (perkara agama) yang diada-adakan, setiap (perkara agama) yang diada-adakan itu adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah kesesatan”
[HR. Muslim no. 867]

Manhaj Salaf Taat kepada Pemimpin. Bukan menelanjangi pemimpin. Rasulullah Salallahu'alaihi wa Sallam Bersabda :

"Aku wasiatkan kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah, tetap mendengar dan ta’at kepada pemimpin walaupun yang memimpin kalian adalah seorang budak dari Habasyah."
(HR. At Tirmidzi no. 2676. ia berkata: “hadits ini hasan shahih”)

Manhaj Salaf bukanlah Pelaku Syirik atau tabarruk kepada kuburan-kuburan yg dikeramatkan, percaya khurofat,Berdoa kepada selain Allah/tawasul, Menyembah kuburan. Percaya kepada dukun dan Ramalan, Tidak menjalankan Adat Istiadat nenek Moyang,apa lagi percaya terhadap Ilmu Kebal. Sebab Allah Ta'ala berfirman

وَلاَ تَدْعُوا مِن دُونِ اللهِ مَالاَيَنفَعُكَ وَلاَيَضُرُّكَ فَإِن فَعَلْتَ فَإِنَّكَ إِذًا مِّنَ الظَّالِمِينَ

"Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfa’at dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah; sebab jika kamu berbuat (yang demikian itu) maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zhalim." (Yunus:106)

وَمَن يُشْرِكْ بِاللهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا

"Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar." (An Nisa’:48)

"Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah”. Mereka menjawab: “(Tidak) tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami”. “(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?”.
( Al Baqarah / Sapi Betina QS.2:170 )

Katakan Inilah Jalan Agamaku, Jalan Yang Lurus

Jalan agamaku adalah jalan orang-orang yg ingin meraih ridhoNya, jalan kebahagiaan, jalan menuju kebenaran jalan menuju terang benderang cahaya, jalan menuju syurga, bukan jalan yg sesat atau jalan orang-orang yang dimurkai atau pula jalan orang-orang yg sesat. Allah ta'ala berfirman,

اهدِنَا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنعَمتَ عَلَيهِمْ غَيرِ المَغضُوبِ عَلَيهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ

“(Ya Allah). Tunjukilah kami jalan yang lurus (shiratal mustaqim), yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka, bukan jalan orang-orang yang dimurkai dan bukan pula jalan orang-orang yang sesat “ (Al Fatihah:6-7).

Saudaraku, jalan ini sangat berat sebagaimana yang kita ketahui. Hal itu telah dijelaskan oleh Nabi kita Muhammad shallallahu alaihi was sallam:

أَلَا إِنَّ سِلْعَةَ اللهِ غَالِيَةٌ

“Ketahuilah bahwa sesungguhnya barang dagangan Allah itu mahal harganya." (Lihat: Silsilah Ash-Shahihah, no. 2335 –pent)

Jadi manhaj Salaf ini mahal harganya, dan untuk tetap berada di jalan ini hingga mati adalah sesuatu yang sangat berat

“Katakanlah, ‘Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata. Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik.”
(QS. Yusuf: 108)

Sesungguhnya di dunia ini bagi manusia hanya ada dua jalan; jalan kebenaran dan jalan hawa nafsu. Jalan kebenaran adalah petunjuk yang diturunkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sedangkan hawa nafsu merupakan jalan yang diprakarsai oleh setan sebagai musuh manusia guna menimbun bahan bakar api neraka pada hari kiamat nanti. Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alihi wasallam tatkala menerangkan tentang petunjuk, acap kali mengingatkan pula tentang bahaya hawa nafsu.

Allah Ta'ala berfirman
"Dan adapun orang-orang yang takut kepada Kebesaran Tuhan-Nya dan menahan diri dari keinginan Hawa Nafsunya,Maka sesungguhnya syurgalah tempat tinggalnya."
(QS. An Nazi'at 40-41)

“Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu. Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.”
(QS. Al-Baqarah: 168-169)

Seseorang, yang mengikuti jalan salafush shalih dengan benar dan sempurna, dijanjikan oleh Allah untuk masuk surga, berdasarkan firman Allah ta’ala,

وَالسَّابِقُونَ الأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم بِإِحْسَانٍ رَّضِيَ اللّهُ عَنْهُمْ وَرَضُواْ عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَداً ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam), di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Mereka kekal di dalamnya, selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.” (Q.S. At-Taubah:100)

Dalam ayat yang mulia ini, Allah menjanjikan surga bagi para sahabat dan orang yang mengikuti mereka dengan benar dan baik. Tentunya, hal ini menunjukkan bahwa mereka selamat dari neraka. Allah tidak pernah menyelisihi janji-Nya.

Jalan keselamatan ada pada pemahaman salafush shalih. Salaf adalah pemahaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya. Kata “salaf” dalam istilah para ulama dipakai untuk ‘para sahabat dan dua generasi setelahnya yang mengikuti pemahaman sahabat dengan benar dan baik. Sungguh benar apa yang dikatakan oleh seorang penyair

كل خير في اتباع من سلف وكل شر في ابتداع من خلف

“Setiap kebaikan itu di dalam peneladan yang dilakukan oleh kaum salaf

Dan setiap keburukan itu di dalam pengada-adaan bid’ah yang dilakukan kaum kholaf.”

Yuk bermanhaj salaf

NB: Terinspirasi dari tulisan seseorang dengan sedikit penambahan, semoga Allah membalas penulisnya dengan kebaikan.

Ditulis oleh akhukum fillah, Saryanto ABU RUWAIFI' hafizhahullah

Bandungan ,Kab. Semarang, Rabu siang, 1 Jumadal Akhir 1440 H/6 Februari 2019 M. 13.59 WIB.
Diterbitkan oleh: Grup Dakwah Silsilah Manhaj Salaf
Free for share