SUDAH ADA CONTOHNYA


Terkadang dalam hidup kita lupa akan tujuan, kemana arah hidup kita agar kita mendapat pertolongan. Hidup kita hanya tertuju pada satu tujuan yaitu "shiratal mustaqim" atau meniti jalan yg lurus. Meniti jalan yg lurus adalah dengab bertauhid, menghambakan dan menghinakan diri di hadapan Sang Raja Alam Semesta Sang Pencipta Maha Agung Allah jalla jalaluhu.

Jalan lurus yang harus kita tempuh tersebut adalah jalan keselamatan dengan mengikuti petunjuk, yaitu petunjuk para orang-orang shalih terdahulu yang telah dimenangkan oleh Allah atas orang-orang yang zhalim, orang-orang yang telah memberikan contoh nyata dalam membela TAUHID.

Mereka membela keimanan dalam hati mereka, mereka bersabar atas musibah dan cobaan yg menimpa mereka hingga mereka ridho atasnya, maka Allah jadikan hidup mereka sebagai ibroh (pelajaran) bagi generasi setelahnya. Allah ta'ala berfirman,

لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِأُولِي الْأَلْبَابِ

"Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal." (QS. Yusuf: 111)

Lihatlah perjalanan hidup mereka yang penuh mutiara bagi orang-orang setelahnya tatkala tertimpa musibah,

Ketika Anda terluka oleh orang-orang yang sedarah dengan Anda, ingatlah Nabi Yusuf 'alaihis salam sebagai orang yang dikhianati oleh saudara-saudaranya sendiri.

Ketika Anda ternyata menemukan orang tua Anda menentang Anda, ingatlah Nabi Ibrahim 'alaihis salam ketika ayahnya sendiri membawanya pada api untuk dibakar.

Ketika Anda terjebak oleh masalah di mana sepertinya tidak ada jalan keluar, ingatlah Nabi Yunus 'alaihis salam ketika terjebak di dalam perut ikan paus lalu dengan sebab tauhid keimanannya Allah selamatkan dia.

Ketika seseorang memfitnah Anda, ingatlah Ibunda kita Ummul Mukminin Aisyah yang difitnah oleh seluruh kota ketika itu.

Jika Anda sakit dan Anda menangis karena rasa sakit, ingatlah Nabi Ayub 'alaihis salam, apakah sakit Anda melebihi sakitnya sang beliau?

Ketika Anda kesepian, ingatlah Nabi Adam 'alaihissalam yang diciptakan sendirian.

Bila Anda tidak dapat melihat logika di sekitar Anda, ingatlah Nabi Nuh 'alaihis salam yang membangun sebuah bahtera tanpa mempertanyakan untuk apa.

Jika Anda diejek oleh saudara sendiri, keluarga, teman-teman dan dunia pada umumnya, maka ingatlah pada yang tercinta Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam.

Ingatlah Allah sudah mengutus para nabi itu kepada kita agar kita bisa bertahan dalam kesabaran. Maka Cukuplah Allah ‘Azza wa Jalla bagi kita, dan Dia sebaik-baik Penolong.

Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Sahabat Ibnu Abbas  radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata:

حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ

(cukuplah Allah ‘Azza wa Jalla bagi kami dan Dia sebaik-baik penolong)” (Shahih Bukhari dan Fathul-Bari, Juz 8, hal: 288, no. 4563).

Cukuplah kepada Allah kita bersandar dan kembali. Allahua'lam.

Oleh: Saryanto Abu Ruwaifi'

Bandungan, Kab. Semarang, Rabu Sore, 27 Jumadil Ula 1441 H/22 Januari 2020 M.