SELALU OPTIMIS THINKING (HUZNUDZON)


Oleh: Saryanto Abu Ruwaifi' hafizahullah

Pertemanan adalah suatu yang indah, dengan pertemanan akan terjalin ukhuwah antar sesama manusia. Saat berteman pasti kita akan menjumpai berbagai karakter manusia, dan berteman dengan berbagai karakter manusia, akan membuat kita lebih Menjadi BIJAK.

Banyak pelajaran dari karakter setiap manusia yang kita jumpai tersebut. Dan jika kita telusuri pasti karakter manusia itu tidak jauh dari teman dekatnya. Kenyataan ini telah dipaparkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

الْمُؤْمِنُ مِرْآةُ (أخيه) الْمُؤْمِنِ

"Seorang mukmin cerminan dari saudaranya yang mukmin" (HR al-Bukhâri no. 239 dan Abu Dâwud no. 4918, ash-Shahîhah no. 926).

Ada banyak sekali karakter dari teman atau manusia yang kita jumpai, dan dari karakter mereka pun kita dapat belajar tentang makna kehidupan dan menjadi lebih bijak, misalnya

1. Ada TEMAN yang bersifat KERAS, dari dialah sebetulnya yang mendidik kita untuk berani dan bersikap Tegas...

2. Ada TEMAN yang LEMBUT, dari dialah yang mengajarkan kepada kita cinta dan kasih sayang terhadap sesama.

3. Ada TEMAN yang CUEK/ ACUH TAK ACUH dan masa BODOH, dari dialah sebetulnya yang membuat kita berpikir bagaimana agar kita bersikap perhatian terhadap orang lain atau mengutamakan orang lain daripada diri sendiri (itsar).

4. Ada TEMAN yang tidak bisa dipercaya atau Tidak Amanah dan kata-katanya sulit dipegang kebenarannya (mencla-mencle), serasa layak untuk ditendang, nah dari dialah yang membuat kita berpikir dan merasa betapa tidak enaknya dikhianati, maka belajarlah untuk menjadi orang yang dapat dipercaya.

5. Ada TEMAN yang JAHAT & JUDES serta KERAS KEPALA yang hanya bisa memanfaatkan kebaikan orang lain saja, menggantungkan saja, susah diatur dan dinasehati, dari dialah kita bisa belajar, bagaimana seharusnya kita bertindak & bisa berbuat banyak kebaikan, berpikir banyak hal namun tetap waspada.

Jangan pernah menyerah dalam berbaur dengan manusia, hidup ibarat sales marketing yg menawarkan barang kepada setiap manusia, dari sinilah kita banyak berbaur dengan setiap tipe dan karakter manusia, maka agar dagangan kita laris kita harus punya strategi pemasaran jitu tuk memasarkannya.

Setiap tipe dan karakter manusia di atas akan selalu baik dan mendidik kita, inilah ilmu hikmah yg kita dapatkan. Dari setiap manusia itu kita dapat belajar bagaimana sebaiknya kita harus bersikap dan bertindak. Memilih teman yang baik adalah sesuatu yang tak bisa dianggap remeh. Karena itu, Islam mengajarkan agar kita tak salah dalam memilihnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

"Seseorang itu tergantung pada agama temannya. Oleh karena itu, salah satu di antara kalian hendaknya memperhatikan siapa yang dia jadikan teman." (HR Abu Dâwud no. 4833 dan at-Tirmidzi no. 2378. (ash-Shahîhah no. 927)

Sudah pasti bahwa seorang teman memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap temannya. Teman bisa mempengaruhi agama, pandangan hidup, kebiasaan dan sifat-sifat seseorang. Perlu kita ketahui, bahwa Besi akan menajamkan Besi dan Manusia menajamkan sesamanya.

Tanpa orang-orang seperti itu, Kita akan selalu terlena dalam zona nyaman & tidak berkembang. Kita hanya bermain dalam zona aman tanpa ada resiko, padahal tentu setiap tindakan yg kita ambil pasti ada resikonya. Maka kita harus siap untuk menanggungnya.

Sebagai mukmin seharusnya kita menjaga ukhuwah, amanah, dapat dipercaya bila berteman, tidak merusaknya dengan hal-hal negatif atau yg dibenci. Seandainya suatu masyarakat menganggap main bilyard (bola sodok) adalah permainan tercela (sebuah aib bagi orang yang ikut bermain), maka tidak sepantasnya bergaul dengan orang-orang yang suka bermain bilyard. Imam Syâfi’i rahimahullah :

لَوْ أَنَّ اْلمَاءَ اْلبَارِدَ يَثْلَمُ مِنْ مُرُوْءَتِيْ شَيْئًا مَا شَرِبْتُ اْلمَاءَ إلاَّ حَارًّا

"Seandainya air yang dingin merusak kewibawaanku (kehormatanku), maka saya tidak akan minum air kecuali yang panas saja." (Manâqib asy-Syâfi’I, Imam ar-Râzy hlm. 85. Nukilan Ma’âlim fi Tharîq Thalabil’ilmi hlm. 166)

Syukur dan sabar adalah jalan kepastian bila kita tak mampu ridho, maka kita harus mampu beradaptasi dalam setiap keadaan dan bergaul dengab setiap orang dalam hidup Kita.

Ingatlah bahwa Allah ta'ala tidak pernah keliru dalam mempertemukan kita dengan siapa pun, sekarang tinggal bagaimana cara kita menyikapinya dan menerimanya. Diantara hikmah mendalam dari pertemuan kita dengan setiap karakter manusia secara tidak langsung adalah melatih kesabaran kita, juga membuat diri kita semakin tambah DEWASA & BIJAKSANA dalam berpikir.

Ketahuilah ada sedikit pengetahuan, bahwa ketika ada orang bicara mengenai kita di belakang, itu adalah tanda bahwa kita sudah ada di depan mereka dan menambah pahala kita. Saat orang bicara merendahkan diri kita, itu adalah Tanda bahwa kita sudah berada di tempat yang lebih tinggi dari mereka.

Begitu juga saat orang bicara dengan nada iri dan sinis, sok pandai, berlagak pandai padahal ia bodoh, maka itu adalah tanda bahwa kita sudah jauh lebih baik dari mereka. Saat ada orang bicara buruk mengenai kita, padahal kita tidak pernah mengusik kehidupan mereka, itu adalah tanda bahwa kehidupan kita sebenarnya lebih indah dan lebih baik dari mereka.

Ketahuilah bahwa payung tidak dapat akan pernah menghentikan hujan, tetapi dengan payung membuat kita bisa berjalan menembus hujan untuk mencapai tujuan dan esok yang lebih cerah.

Orang pintar bisa gagal, Orang hebat bisa jatuh, Tetapi orang yang rendah hati dan sabar dalam segala hal akan selalu mendapat jalan untuk menempatkan diri dengan seimbang, karena ia memiliki pijakan yg kokoh. Lebih selektiflah dalam bergaul dgn manusia dan semoga kita tidak termasuk dalam orang yang dicirikan Allah dengan mereka yang kelak di hari akhir yang dimana mereka berkata kepada dirinya,

 يَا وَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا


 "Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan sifulan itu teman akrab (ku)." (QS. Al Furqan : 28).

Bandungan, Kab. Semarang, Kamis malam Jum'at, 29 Jumadil Ula 1441 H/23 Januari 2020 M.