LANGKAH BIJAKSANA DI MASA PENUH FITNAH


Fitnah merupakan suatu kebohongan besar yang sangat merugikan dan termasuk dalam dosa yang tak terampuni oleh Allah ta'ala. Oleh karenya, Islam melarang umatnya memfitnah serta menyebarkannya sebab fitnah adalah haram. Allah ta'ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang." (QS. Al Hujurat: 12).

Tatlkala mendengar suatu kabar pun tidak serta merta semua kabar tersebut harus kita bicarakan kepada orang lain. Dari Hafsh bin ‘Ashim, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ

“Cukup seseorang dikatakan dusta jika ia menceritakan setiap apa yang ia dengar.” (HR. Muslim, no. 5).

Diantara fitnah yang sangat membahayakan bagi umat Islam adalah fitnah syahwat, syubhat, kesesatan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun telah mengkhawatirkan fitnah (kesesatan) syahwat dan fitnah syubhat terhadap umatnya. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ مِمَّا أَخْشَى عَلَيْكُمْ شَهَوَاتِ الْغَيِّ فِي بُطُونِكُمْ وَ فُرُوجِكُمْ وَمُضِلَّاتِ الْفِتَنِ

“Sesungguhnya di antara yang aku takutkan atas kamu adalah syahwat mengikuti nafsu pada perut kamu dan pada kemaluan kamu serta fitnah-fitnah yang menyesatkan” (H.R Ahmad).

Fitnah (ujian) dan segala bentuknya adalah bagian yang tidak mungkin bisa dipisahkan dalam kehidupan manusia. Setiap orang pasti mengalaminya. Fitnah berarti setiap ujian yang bisa mempengaruhi keutuhan iman seseorang.

Oleh karena itu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepada umatnya untuk rajin-rajin memohon perlindungan dari bahaya fitnah. Beliau bersabda kepada para sahabat,

تَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنَ الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ

Berlindunglah kepada Allah dari setiap fitnah, yang nampak maupun yang tidak nampak. (HR. Muslim 7392)

Terkadang, ada satu kondisi, dimana fitnah datang secara besar-besaran, sehingga tidak bisa dibendung. Terutama ketika masyarakat dalam kondisi tidak stabil. Baik karena iklim politik atau munculnya aliran sesat, atau sebab lainnya. Sehingga terjadi banyak perusakan, pembantaian, kerusuhan, teror, dll. Untuk menangkal dan mencegah bahaya fitnah ada beberapa tips yang bisa dilakukan yaitu,

1. Hindarkan mengikuti perasaan dan ikat kuat dengan tuntunan SYARIAT ISLAM.

2. KROSCEK setiap berita sebelum dinukil dan JANGAN tergesa-gesa MENYEBARLUASKANNYA.

3. Waspadalah dari kebodohan serta BERSEMANGATLAH menuntut ilmu syar'i.

4. Pada saat menghadapi perbedaan, ambillah bimbingan ahli ilmu YANG LEBIH SENIOR (keilmuan maupun usianya).

5. Tinggalkanlah perkara baru (yang dibuat2 dalam agama). KONSISTENLAH di atas pelita Sunnah Nabi.

6. JAUHKANLAH diri dari fitnah, jangan mendekat dengannya.

7. Sadarilah bahwa MENCEGAH terjadinya fitnah lebih mudah daripada menghilangkannya.

8. HINDARI HAWA NAFSU saat mencari petunjuk fatwa. Ambillah fatwa yang bersandar di atas dalil.

9. Bilamana engkau termasuk AWAM, maka JANGAN mengambil fatwa hanya sesuai selera hawa nafsu. IKUTILAH yang lebih berilmu.

10. Janganlah engkau berpaling dari jalan lurus. KONSISTENLAH di atas agama dengan cahaya Al-Qur-an dan As-Sunnah.

11. JANGANLAH engkau MENGGUGAT dalil sekehendakmu. Jadikanlah keinginanmu selaras dengan dalil.

12. Hindari PERPECAHAN dan bersatulah dalam kesatuan Ahlus Sunnah Wal Jama'ah.

13. Berhati-hatilah dari sikap zhalim, keji dan kejam. Teguhkan diri di atas KEADILAN, KEBAIKAN dan para pengusungnya.

14. JANGAN engkau MENCARI FITNAH dan berlindung dirilah dari keburukan fitnah.

15. Jangan tertipu dengan "KEINDAHAN" fitnah. Cermatilah hakekatnya dengan nurani suci cahaya ilmu seorang mukmin.

16. HINDARI sikap berlebihan dan komitmen di atas keadilan.

17. Jauhkan diri dari kejahatan dan TUNAIKANLAH setiap hak.

18. BERPIKIR PANJANG dan ketahuilah kebenaran dengan prinsip dan dasarnya. (Syarh Kitab Al-Fitan Wa Asyratis Sa'ah dari Shahih Imam Muslim; kaset no: 24.
Disampaikan oleh Syaikh Sulaiman Ar Ruhaili hafizhahullah).

Jangan lupa berdo'a kepada Allah ta'ala agar Allah jauhkan kita dari pintu-pintu fitnah dengan do'a,

Salah satu doa yang diajarkan Allah kepada Nabi-Nya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam,

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ وَتَرْكَ الْمُنْكَرَاتِ وَحُبَّ الْمَسَاكِينِ وَإِذَا أَرَدْتَ بِعِبَادِكَ فِتْنَةً فَاقْبِضْنِى إِلَيْكَ غَيْرَ مَفْتُونٍ

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu taufiq untuk bisa mengamalkan semua kebaikan, meninggalkan semua kemungkaran, dan bisa mencintai orang miskin. Jika Engkau menghendaki untuk menimpakan ujian (fitnah) bagi hamba-hamba-Mu, maka wafatkanlah aku, tanpa terkena fitnah itu. (HR. Ahmad 22109, Turmudzi 3541, dan dishahihkan al-Albani). Allahua'lam.

Bandungan, Kab. Semarang, Sabtu siang, 30 Jumadil Ula 1441 H/25 Januari 2020 M.