Teruslah Muhasabah Jiwa saat Mengarungi Lautan Kehidupan

:white_check_mark::memo:

:maple_leaf:Saat hidup terasa tak menentu, saat rizkimu mampet, saat tubuhmu sakit, saat usahamu bangkrut, saat engkau terkena musibah bertubi-tubi, tak perlu menyalahkan diri, bangkit dan berusahalah tuk menjadi juara, supaya engkau tak menyesal di kemudian hari.

🏷Saat semua orang tak lagi peduli terhadapmu, yakinlah Allah jalla jalaaluhu masih bersamamu, Dialah tempat bergantung. Mohonlah pertolongan hanya kepada Allah Ar Rahman. Cobalah engkau renungi kembali mungkin hari ini atau kemarin kau belum berbuat kebaikan, maka segeralah muhasabah dirimu agar engkau berbuat kebaikan.

:memo:Muhasabah (melakukan perhitungan) terhadap jiwa adalah perkara penting. Kehidupan ini laksana lautan yang banyak rintangan dan ombaknya. Jiwa manusia akan selalu terombang-ambing dalam kehidupan yang tak tentu. Terkadang perahu kehidupan berjalan mulus, tetapi terkadang pula diterpa gelombang dan tiupan angin.

:ear_of_rice:Kehidupan seorang hamba ibarat nakhoda yang harus selalu memperhatikan perahunya. Setiap hari, ia harus memeriksa perahunya, adakah sesuatu yang rusak dan bocor. Maka jika ada yang rusak dan bocor ia harus segera menambalnya. Demikianlah kehidupan seseorang hamba di dunia, ia harus selalu memeriksa amal dan perbuatannya di dunia, adakah maksiat dan dosa yang merusak amalannya?, adakah niat yang salah dalam amalannya?, Adakah akibat nila setitik rusak susu sebelanga?, Dan seberapa besarkah kerusakannya jika memang ada. Allah ta'ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr: 18).

🏷Al-Muwaffaq Abu Muhammad Abdul Lathif bin Yusuf Al-Maushiliy -rahimahullah- berkata,

يَنْبَغِيْ أَنْ تُحَاسِبَ نَفْسَكَ كُلَّّ لَيْلَةٍ إِذَا أَوَيْتَ إِلَى مَنَامِكَ، وَتَنْظُرَ مَا اكْتَسَبْتَ فِيْ يَوْمِكَ مِنْ حَسَنَةٍ، فَتَشْكُرَ اللهَ عَلَيْهَا، وَمَا اكْتَسَبْتَ مِنْ سَيِّئَةٍ، فَتَسْتَغْفِرَ اللهَ مِنْهَا، وَتَقْلَعُ عَنْهَا. وَتُرَتِّبَ فِيْ نَفْسِكَ مَا تَعْمَلُهُ فِيْ غَدِكَ مِنَ الْحَسَنَاتِ، وَتَسْأَلَ اللهَ الإِعَانَةَ عَلَى ذَلِكَ

"Sepantasnya engkau muhasabah (hisab) dirimu setiap malam bila engkau berangkat ke pembaringanmu. Engkau memerhatikan sesuatu yang telah engkau usahakan dalam harimu berupa kebaikan, lalu engkau pun bersyukur kepada Allah atasnya; dan (engkau memerhatikan) sesuatu yang telah engkau usahakan berupa keburukan, lalu engkau pun memohon ampunan kepada Allah atasnya, engkau meninggalkan keburukan itu, dan engkau merencanakan bagi dirimu sesuatu yang akan engkau kerjakan pada hari esokmu berupa kebaikan-kebaikan, serta mohonlah pertolongan kepada Allah atas hal itu."
[Lihat Tarikh Al-Islam wa Wafayat Masyahir Al-A'lam 45/355 oleh Al-Imam Adz-Dzahabiy]

:revolving_hearts:Seorang hamba yang berakal hendaknya selalu beefikir jernih, ia selalu takut dan mawas diri tentang keadaan dirinya. Jangan sampai ia tertipu dengan amalan shalih yang banyak, namun ternyata dibalik amal sholeh yang ia banggakan tersebut terdapat kesalahan dan dosa-dosa yang menggunung dan mengalahkan timbangan amal shalih terswbut. Menyesallah sebelum datang hari pembalasan. Ketahuilah bahwa Muhasabah yang mengantarkan kepada pertaubatan di awali dengan memasuki gerbang penyesalan. Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

النَّدَامَةُ تَوْبَةٌ

“Menyesal adalah taubat.” (HR.Ibnu Majah no. 4252, Ahmad no.3568, 4012, 4414 dan 4016. Hadist ini dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahiih al-Jaami’ ash-Shaghir no.6678)

:white_check_mark:Takutlah engkau dengan ketertipuan atas dosa-dosa yang tak nampak, sebab tiada lain hal tersebut adalah sebuah fatamorgana di padang panas nan gersang, atau bisa jadi ia adalah adzab yang diakhirkan, atau disegerakan, atau mungkin juga itu adalah nikmat yang selalu Allah ta'ala tambah sebab kita lalai (istidraj). Maka hanya tetesanair mata tobatlah sebagai jalan kembali agar tidak mengulangi kesalahan yang sama, sebelum engkau menyesal dan menundukkan pandangan kehinaan di hadapan Allah -Tabaraka wa Ta'ala segeralah kembali ke jalanNya.

✍🏻Ditulis oleh: *Saryanto Abu Ruwaifi' hafizhahullah*

🕌Teras Masjid Agung Darul Amal Salatiga, ba'da shalat Jum'at, 13 Muharram 1441 H.
-------------------
:loudspeaker: *Published By:*
:iphone: *Group Silsilah Manhaj Salaf Muslim & Muslimah.*
:globe_with_meridians: Official Website: https://www.silsilahmanhajsalaf.com/?m=1
:video_camera: Youtube Channel: https://bit.ly/2k08nzN
:postbox: *Telegram:* https://t.me/silsilahmanhajsalaf
:iphone:*Facebook Fanspage:* http://bit.ly/2TGbiJw
:calling: *Instagram:* instagram.com/silsilah_manhaj_salaf/
:globe_with_meridians: *Twitter:* https://twitter.com/silsilahmanhaj
:calling: *Join grup WA:* 085326461707
:loud_sound: *#Free for share*