Mengukur Diri dengan Sirah Para Salaf


🏷Terkadang kita bangga atas amalan yang kita kerjakan, namun kita lupa bahwa amalan tersebut akan dihisab dan dipertanggungjawabkan. Janganlah amalan kita membuat kita tertipu dan puas. Apa saja yang kita kerjakan berupa amalan dan ibadah, jika mau dibandingkan dengan sirah (jalan hidup dan sejarah) para Salaf, maka tidak akan ada bandingannya. Kita akan malu atas kekurangan dan sikap teledor kita selama ini. Barulah kita sadar bahwa apa-apa yang kita lakukan amatlah sedikit dibandingkan amalan mereka. Kita hanya mampu menyesali amalan yang telah kita banggakan.

🏷Abu Hamid Ahmad bin Hamdun An-Naisaburiy Al-A'masyiy (wafat 271 H) -rahimahullah- berkata,

مَنْ نَظَرَ فِيْ سِيَرِ السَّلَفِ، عَرَفَ تَقْصِيْرَهُ وَتَخَلُّفَهُ عَنْ دَرَجَاتِ الرِّجَالِ

"Siapapun yang memperhatikan sirah para Salaf, (barulah) ia mengenal keteledorannya dan ketertinggalannya dari tingkatan-tingkatan para tokoh tersebut." [Lihatlah Shifah Ash-Shafwah 4/122 oleh Ibnul Jauziy, cet. Dar Al-Ma'rifah]

:pushpin:Jika kita lihat para salaf adalah teladan sejarah, maka kita sebagai mukmin tentunya mengambil contoh dari mereka. Mereka adalah kaum yang memang terpilih untuk menjadi pionir dan teladan dalam segala kebaikan. Sejarah mereka tak akan pernah lekang oleh zaman, walau zaman berubah, nama dan keshalihan mereka akan selalu dikenang. Kisah sejarah mereka tak akan menjadi tonggak sejarah dari waktu ke waktu. Teladan mereka terlihat pada kehidupan mereka berupa kehebatan dan keluarbiasaan dalam sholat jamaah, sedekah, jihad, membaca Al-Qur`an, menyambung tali silaturahim, akhlak, fiqih, amar ma'ruf-nahi munkar, dan lainnya.

:white_check_mark:Para keluarga Salaf telah terdidik untuk mengagungkan dan mengutamakan kebenaran, apalagi yang berhubungan dengan iman dan keyakinan tentang kemaha- sempurnaan nama- nama dan sifat-sifat Allah , bahkan mereka meyakini ini semua lebih berharga daripada apapun yang paling mereka cintai di dunia ini, termasuk harta benda maupun anggota keluarga yang terdekat. Mereka benar-benar memahami makna  al-wala’ wal bara’ (cinta dan benci karena Allah ).

:revolving_hearts:Diantara akhlak mulia yang mereka miliki yang lahir dari ketawadhuan mereka adalah al-iitsaar
(mendahulukan saudara sesama muslim) dan rela berbagi bersamanya, meskipun dalam hal yang juga dibutuhkannya.

:memo:Para salaf mereka membiasakan anak-anak mereka dengan majelis ilmu. Imam Ibrahim bin Adham berkata: “(Ketika aku masih kecil) ayahku berkata kepadaku: Wahai anakku, tuntutlah ilmu hadits, setiap kali kamu mendengar sebuah hadits dan menghafalnya maka kamu dapat (uang) satu dirham”. Maka akupun menuntut ilmu hadits karena motivasi itu” (Dinukil oleh Imam al-Khathib al-Bagdadi dalam kitab Syarafu ashhaabil hadiits, hal. 66).

:white_check_mark:Renungkanlah sirah para salaf, bagaimana para ulama Salaf membiasakan hidup mereka untuk selalu berada diatas keteladanan. Hal ini untuk kebaikan agama mereka, mereka pun bergaul dan mengunjungi orang-orang yang shaleh dalam rangka meneladani akhlak mulia mereka. Mereka memahami bahwa jiwa manusia memiliki kecenderungan untuk selalu meniru dan mengikuti orang lain yang dikaguminya dan selalu dekat dengannya. Sebagaimana sabda Rasulullah :

“Ruh-ruh (jiwa) manusia adalah kelompok yang selalu bersama, maka yang saling bersesuaian di antara mereka akan saling dekat, dan yang tidak bersesuaian akan saling berselisih”. (HR. al-Bukhari: no. 3158 dan Muslim: no. 2638)

:scroll:Allah ta'ala pun telah banyak menyebutkan kisah-kiaah para Nabi dalam Al Qur'an agar kita meneladami kisah-kisah tersebut. Inilah salah satu di antara tujuan terbesar. Allah ta'apa berfirman:

{وَكُلا نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَاءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِ فُؤَادَكَ وَجَاءَكَ فِي هَذِهِ الْحَقُّ وَمَوْعِظَةٌ وَذِكْرَى لِلْمُؤْمِنِينَ}

“Dan semua kisah para rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman” (QS Huud: 120).

:pushpin:Janganlah kita merasa bangga melihat bahwa diri kita telah hebat dan banyak mengumpulkan kebaikan, yakinlah bahwa apapun yang kita lakukan hanyalah secuil dari amalan yang telah dikerjakan oleh para Salaf. Jika kita ingin selamat maka ikutilah jalan mereka. Allahua'lam.

✍🏻 *Oleh: Abu Ruwaifi' Saryanto*
--------------
:loudspeaker: *Published By:*
:iphone: *Group Silsilah Manhaj Salaf Muslim & Muslimah.*
:globe_with_meridians: Official Website: https://www.silsilahmanhajsalaf.com/?m=1
:video_camera: Youtube Channel: https://bit.ly/2k08nzN
:postbox: *Telegram:* https://t.me/silsilahmanhajsalaf
:iphone:*Facebook Fanspage:* http://bit.ly/2TGbiJw
:calling: *Instagram:* instagram.com/silsilah_manhaj_salaf/
:globe_with_meridians: *Twitter:* https://twitter.com/silsilahmanhaj
:calling: *Join grup WA:* 085326461707
:loud_sound: *#Free for share*