Mengapa Perlu Belajar tauhid



:white_check_mark:Tauhid adalah keutamaan terbesar, dengannya seseorang akan mencapai derajat kemuliaan. Sebab tauhid adalah pencapaian ibadah teragung seorang hamba kepada RabbNya (Allah Ta'ala). Kalimat tauhid timbangannya lebih berat dari Langit dan Bumi, ini menunjukkan tauhid adalah perkara teragung dalam kehidupan. Dari Abu Sa’id Al-Khudri rodhiyallahu ‘anhu, Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

يا رب علمني شيئًا أذكرك وأدعوك به قال قل يا موسى لا إله إلا الله قال يا رب كل عبادك يقولون هذا قال يا موسى لو أن السماوات السبع عامرهن غيري والأرضين السبع في كفة ولا إله إلا الله في كفة مالت بهن لا إله إلا الله

_“Musa berkata, “Ya Robb, ajarkanlah aku sebuah kalimat yang dengannya aku berdzikir kepada-Mu dan berdoa. Allah berfirman, “Katakanlah wahai Musa, “Laa ilaaha illallaah”. Lantas Musa berkata, “Ya Robb, semua hamba-Mu mengucapkannya.” Allah berfirman, “Wahai Musa, andaikata langit yang tujuh beserta penghuninya selain Aku dan bumi yang tujuh diletakkan di atas satu anak timbangan, sedangkan kalimat “Laa ilaaha illallaah” diletakkan di anak timbangan yang lain, maka lebih berat timbangan yang di sana ada kalimat “Laa ilaaha illallaah”._ (HR. Ibnu Hibban dalam "Shohihnya" 2324, dan Al-Hakim dalam "Al-Mustadroknya" 1/528 dishohihkan oleh beliau dan disepakati oleh Al-Imam Adz-Dzahabi, Al-Hafidzh Ibnu Hajar Al-'Asqolani menshohihkan sanadnya dalam "Fat-hul Bari" 11/208)

:leaves:Begitu besar keutamaan tauhid tersebut. Puncak dari ibadah tauhid adalah saat seorang hamba dimasukkan surga. Bahkan barangsiapa mati dalam bertauhid akan Allah ta'ala masukkan ke surgaNya. Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda:

مَن مات وهو يعلمُ أن لا إله إلا اللهُ دخل الجنةَ

_“Barangsiapa yang mati dalam keadaan mengilmui bahwa tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah, ia masuk surga”_(HR. Muslim no. 26).

🏷Jika kita sudah mengetahui begitu agungnya tauhid, maka pertanyaannya mengapa kita belajar tauhid? Diantara sebab kita belajar dan mengilmui tauhid adalah,

:heavy_check_mark: 1. Supaya bertaubat

(وَيَقُولُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْلَا أُنْزِلَ عَلَيْهِ آيَةٌ مِنْ رَبِّهِ ۗ قُلْ إِنَّ اللَّهَ يُضِلُّ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ أَنَابَ)

_"Dan orang-orang kafir berkata, “Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) tanda (mukjizat) dari Tuhannya?” Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk orang yang bertobat kepada-Nya,”_[Surat Ar-Ra'd 27]

َ كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

*_ "Semua bani Adam pernah melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang salah adalah yang segera bertaubat."_*

:heavy_check_mark: 2. Menjadikan kuatnya kemauan untuk mengharapkan karunia dari Allah

:heavy_check_mark: 3. Terbebas dari Penghambaan terhadap manusia, karena dia hanya ibadah untuk Allah saja, tidak perduli dengan penilaian manusia

:heavy_check_mark: 4. Mengerjakan amal ibadah secara Sempurna, baik ibadah lahir maupun batin

:heavy_check_mark: 5. Al-Quran dan as sunnah melarang dari hal yang merusak, seperti ghuluw (berlebihan, ekstrim) karena akan menyeret pada kekufuran dan kesyirikan, juga islam melarang tasyabbuh atau meniru orang musyrik, orang kafir, di mana mereka berpecah belah, bermaksiat, menyekutukan Allah, dsb.

:globe_with_meridians: Diantara sifat nabi shallallahu alaihi wasallam:

(لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ)

_"Sungguh, telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, (dia) sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman."_
[Surat At-Taubah 128]

:pushpin:Syariat yang Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam mengajarkan kepada kita akan hikmah yang besar, diantaranya,
- Nabi membawa Syariat islam yaitu syariat yang mudah, bukan untuk mempersulit.
- ‎ Beliau sangat sedih jika umatnya mengalami penderitaan
- Nabi berkeinginan kuat untuk menunjukan kepada hidayah
- Berkasih sayang terhadap orang mukmin

🕯Di sinilah pentingnya kita meneladani syariat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dalam berdakwah, mendakwahkan tauhid adalah bukti cinta kita kepada Rasulullah, sedangkan memsuhi tauhid adalah tanda kebencian kepada beliau.

:rose:Apakah disebut sayang pada umat jika membiarkan orang lain tidak faham makna laa ilaha illalllah? Tidak! itu tidak sayang, tapi zhalim karena menyembunyikan kebenaran, yang harusnya itu ditampakkan termasuk memberikan perhatian besar terhadap dakwah La ilaha illallah (tauhid).

:bouquet:Lihatlah bagaimana contoh kasih sayang nabi kepada umatnya:

- memperingatkan dari kesyirikan dan mengajak kepada tauhid, melarang menyembah kubur, batu pohon, dsb.
- ‎memperingatkan ummat dari jalan yang dapat menghantarkan manusia dari kesyirikan, contohnya: berlebihan dalam mengagungkan kuburan (ghuluw)
- ‎ nabi sangat keras kepada orang yang ibadah di sisi kuburan orang shaleh.

:heavy_check_mark:Semua ini menunjukkan begitu besarnya pengaruh tauhid dalam perkara-perkara ibadah, tauhid adalah kemuliaan tanpa tauhid adalah kehampaan. Allahua'lam.

✍🏻Oleh: *Ust. Saryanto Abu Ruwaifi', BA*

:house_with_garden:Bandungan, Kab. Semarang, Selasa, 12 Rajab 1440 H/19 Maret 2019 M. 10.28 WIB.
:leaves::leaves::leaves::leaves::leaves::leaves::leaves::leaves::leaves::leaves:
:loudspeaker: *Published By:*
:iphone: *Group Silsilah Manhaj Salaf Muslim & Muslimah.*
:globe_with_meridians: Official Website: https://www.silsilahmanhajsalaf.com/?m=1
:video_camera: Youtube Channel: https://bit.ly/2k08nzN
:postbox: *Telegram:* https://t.me/silsilahmanhajsalaf
:iphone:*Facebook Fanspage:* http://bit.ly/2TGbiJw
:calling: *Instagram:* instagram.com/silsilah_manhaj_salaf/
:globe_with_meridians: *Twitter:* https://twitter.com/silsilahmanhaj
:calling: *Join grup WA:* 085326461707
:loud_sound: *#Free for share*