KEFAKIRAN MENJADI NIKMAT

:white_check_mark:

:memo:Hidup adalah perjalanan sebuah kisah, orang kaya belum tentu bahagia, orang miskin pun belum tentu bahagia. Hidup bahagia tidak hanya milik orang kaya atau orang miskin, semua makhluk berhak tuk merasakan hidup yang layak.

:pushpin:Kaya dan miskin bukanlah pilihan. Ia adalah roda kehidupan yang kan terus berputar. Kalaulah kita harus hidup miskin, tentu ini bukan harapan kita. Bila rezeki kita mampet, itu pun bukan harapan kita. Bila pekerjaan kita tak menghasilkan, bila usaha kita bangkrut, maka berbaik sangkalah pada Allah, niscaya Allah akan mengasihi kita. Allah Maha mengetahui sedangkan kita tidak.

:scroll:Adalah Rasulullah shallallahu 'alahi wa sallam bersabda menghibur kita yang tidak lapang hidupnya,

«إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى لَيَحْمِي عَبْدَهُ الْمُؤْمِنَ الدُّنْيَا وَهُوَ يُحِبُّهُ كَمَا تَحْمُونَ مَرِيضَكُمُ الطَّعَامَ وَالشَّرَابَ تَخَافُونَ عَلَيْهِ»

"Sesungguhnya Allah menjaga hambaNya yang beriman dari dunia sedangkan ia mencintainya, sebagaimana kalian menjaga (saudara kalian) yang sakit dari makanan dan minuman karena kalian takut (sakitnya akan lebih parah)" (HR Hakim, dishahihkan oleh Albani).

:revolving_hearts:Ada satu hal yang selalu menjadi pusat ketengan batin seseorang, ya jika kita selalu sukses dalam usaha dan pekerjaan pasti akan merasa tenang. Mungkin juga jika kondisi tubuh kita senantiasa sehat dan bugar kita merasa aman dan nyaman, terhindar dari berbagai macam penyakit. Mungkin juga jika terus hidup bergelimang harta kita akan sejahtera.
Mungkin juga kita akan lupa pada Sang Pencipta, Pemberi rezeki yang tak terhingga, dikala kita merasa aman dan tenteram tiba-tiba Ia membuat kita miskin guna menyelamatkan kita. Tapi terkadang kita masih saja menyesali apa-apa yang telah hilang. Itu karena kurang pandainya kita bersyukur. Ingatlah bahwa kefakiran akan selalu menyertai kita, jika kita lalai walau bergelimang harta.

⚖Ingatlah bahwa semua itu ada hisabnya, barangsiapa yang ingat, maka beruntunglah dia, namun bila ia lalai maka baginya adzab. Adzab itu bisa berupa kenikmatan yang terus ditambah hingga kita lalai (istidraj). Adzab pun bisa berupa bala' (siksa) kepada kita, berupa hal-hal yang buruk.

Bila kita fakir hati dan akhirat bisa jadi itu sebab dari kesenangan menumpuk harta.

🏚Walau engkau hidup fakir, miskin dan tidak lapang, namun ingatlah bahwa hal itu akan menarikmu kembali kepada Allah, ia akan mengingatkanmu akan kehidupan yang fana dan tak berujung ini.

:house_with_garden:Ingatlah kehidupan dunia yang sementara ini. Dunia yg seperti tetesan air, sedangkan kesenangannya bertepian, kemewahan dan kemegahan yang akan berakhir, kenikmataannya bercampur dengan kepahitan. Dunia yang tak lebih senilai dari sebuah sayap nyamuk.

:white_check_mark:Bila engkau yakin maka terimalah kondisinya, kehidupan adalah sebuah perputaran, kehidupan adalah seni, maka sabarlah dan yakinlah bahwa Allah telah memilihkan yang terbaik untuk kita. Bila kita jatuh mungkin hal itu adalah kebaikan bagi kita dan kasih sayangNya.
insya Allah hidup kita akan lebih tentram di kemudian hari.

🏷Syaqiq bin Ibrahim menceritakan bahwa pada suatu hari ia berjumpa dengan Ibrahim bin Adham, lalu beliau berkata:

أخبرني عما أنت عليه

"Kabarkan kepadaku tentang bagaimana sikapmu dalam hidup ini ?

:pushpin:Maka aku berkata, "Jika aku diberi rezeki aku akan makan, tapi kalau dihalangi, aku akan bersabar", maka Ibrahim berkata: "Begitulah kelakuan anjing-anjung di negeri(ku) Balkh".
Maka tersentaklah Syaqiq mendengar jawaban itu, maka ia berkata, "Kalau kamu bagaimana?.
Maka beliau berkata:

:إن رُزقت آثرت وإن مُنعت شكرت.

"Jika aku diberi rezeku aku akan berbagi, tapi kalau aku dihalangi maka aku akan bersyukur".

:bouquet:Subhanallah, bukankah karena nikmat dan pahala Allah kita akan tercukupi?, Bahkan nikmat Allah yang lainnya pun sangatlah banyak, sedangkan dihalanginya seseorang hamba dari dunia adalah salah satu nikmat yang patut disyukuri serta direnungi.

:bouquet:Sungguh nikmat Allah yang tak terhitung itu melayang tersebar setiap hari, mulai di pagi hari saat kita pergi melangkahkan kaki. Saat kau menengadahkan tanganmu, kau meminta , maka kau diijabahi Keluasan nikmat yg tiada tara untuk semua insan dari Sang Pencipta. Terus meneruslah bersabar diatas naunganNya, ingatlah hidup adalah seni, seni untuk mengolah dan memilah hal-hal terbaik sebagai persiapan perbekalan kita untuk menuju hari esok. Ingatlah esok pasti kan baik. Allahua'lam.

✍🏻Oleh: *Saryanto Abu Ruwaifi' hafizhahullah*

:house_with_garden:Bandungan, Kab. Semarang, Senin sore, 3 Muharram 1441 H/ 2 September 2019 M.
------------------
:bookmark: Published by:
Grub SILSILAH MANHAJ SALAF
:globe_with_meridians: Internet:arrow_heading_down:
https://www.silsilahmanhajsalaf.com/?m=1
:phone: Join Grub Whatsapp:arrow_heading_down:
0853-2646-1707
:video_camera: Youtube:arrow_heading_down:
Silsilahmanhajsalaf
🖥 Instagram:arrow_heading_down:
@https://instagram.com/silsilah_manhaj_salaf/
:iphone: Facebook Fanspage:arrow_heading_down:
http://bit.ly/2TGbiJw
:computer: Telegram:arrow_heading_down:
https://t.me/silsilahmanhajsalaf