MAAFKAN AKU JIKA TAK SEMPURNA


Curahan hati kepada setiap wanita muslimah...

Saudariku muslimah... Wahai sang pemilik kelembutan akankah kelembutan itu masih menempel....
Wahai sang pemilik malu... Kemanakah malumu yg menjadi perhiasan istimewa itu?

Lalu apakah malu itu sudah terurai? Bagai benang merah, tatkala kau tampakkan auratmu kepada sang mata buaya, engkau merasa bangga, namun tatkala engkau menghadap Rabbmu kau tutupi aurat itu, sedangkan stelah itu kau buka lgi lembaran auratmu itu, kemanakah hijabmu? Ataukah ia hanya PSH (pakaian setelan harian) saja? Atau hanya seragam untuk menghadap Rabbmu saja? Ataukah hijab itu hanya pakaian tradisi saja sebagaimana yg didengungkan oleh kaum liberal, orientalis, komunis?

Ahh udahlah g usah berhijab kan itu pakaian adat Arab, atau g usah berhijab aj itu yg berhijab aj kelakuannya parah drpada yg g berhijab, atau berhijab itu yg penting hatinya raganya tidak penting, na'udzu billahi min dzalik, ini bukti setan telah merasuki Anda atau bisa jadi Anda termasuk setan itu sendiri.

Sungguh rumitnya hati ini, sontak melihatmu yg masih dirundung ketidakpastian, kemanakah jalan hidupmu? Jalan menuju Rabbmu itulah jalan mulia.

Atau apakah tatkala hijabmu terurai hanya satu kata yg terucap "Wahai Rabb Maafkan Aku Jika Tak Sempurna" , kata maaf saja tidak cukup wahai ukhti sempurnakanlah hijabmu tutuplah auratmu itulah perhiasan yg perlu kau jaga, janji suci atas nama Rabbmu. Bukan hanya nafsumu yg kau turuti.

Bukankah Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menegur Asma binti Abu Bakar Radhiyallahu anhuma ketika beliau datang ke rumah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan mengenakan busana yang agak tipis. Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun memalingkan mukanya sambil berkata :

يَا أَسْمَاءُ إِنَّ الْمَرْأَةَ إِذَا بَلَغَتِ الْمَحِيضَ لَمْ يَصْلُحْ أَنْ يُرَى مِنْهَا إِلَّا هَذَا وَهَذَا

"Wahai Asma ! Sesungguhnya wanita jika sudah baligh maka tidak boleh nampak dari anggota badannya kecuali ini dan ini (beliau mengisyaratkan ke muka dan telapak tangan)." (HR. Abu Dâwud, no. 4104 dan al-Baihaqi, no. 3218. Hadist ini di shahihkan oleh syaikh al-Albâni rahimahullah)

📩Wahai ukhty Ingatlah, terdapat sebuah hadits yang menyatakan:

لَا يَقْبَلُ اللَّهُ صَلَاةَ امْرَأَةٍ قَدْ حَاضَتْ إِلَّا بِخِمَارٍ

“Allah tidak menerima shalat wanita yang telah baligh, kecuali dengan memakai jilbab.” (HR. Ibnu Khuzaimah, 775 dan Al-A’dzami mengatakan sanadnya shahih).

Dan perlu diketahui bahwa makna hadits diatas bukanlah ancaman bahwa wanita yang tidak berjilbab, berhijab shalatnya tidak diterima. Namun maksud hadits, yaitu bahwa wanita yang sudah baligh, wajib menutup aurat, dengan memakai jilbab, dan semua pakaian yang bisa menutup aurat ketika shalat.

Wahai ukhty karena kesucian yg terpelihara itu penting dan menutup aurat termasuk syarat sah shalat, sehingga jika engkau shalat tapi kepalamu terbuka (tidak berjilbab) maka shalatmu tidaklah sah. Bukankah Allâh Azza wa Jalla memerintahkan kepada istri-istri nabi dan wanita beriman untuk menutup aurat mereka sebagaimana firman-Nya :

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

"Wahai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang Mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka !” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allâh adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." [al-Ahzâb/33:59]

Apakah engkau tak ingin mencium bau wewangian surga? Tentu setiap dari kita menginginkannya, namun belajarlah engkau untuk menjadi sempurna, takutlah engkau wahai ukhty tatkala auratmu terurai ingatlah wanita yg tidak menutup auratnya di ancam tidak akan mencium bau surga sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah dalam sebuah hadits:

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا، قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ، وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مَائِلَاتٌ مُمِيلَاتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَمْثَالِ أَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ، لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا، وَإِنَّ رِيحَهَا لَتُوجَدُ مِنْ مَسِيْرةٍ كَذَا وَكَذَا

“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: (yang pertama adalah) Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan (yang kedua adalah) para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berpaling dari ketaatan dan mengajak lainnya untuk mengikuti mereka, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim, no. 2128)

Wahai ukhty karena kesempurnaan adalah tuntutan walau engkau seekor kupu-kupu yg tak mampu meraih kemilaunya, dahan-dahan berseri, bunga-bunga pun bersua akan suatu keindahan, itulah keindahan tatkala kau sempurnakan hijabmu Wahai ukhty....

Satu kata Wahai ukhty, "Bertobatlah jika engkau tidak sempurna"

Nasehat untuk semua saudariku fillah untuk setiap engkau yg patah sayapnya yg telah sempurna maupun baru menyempurnakan hijabnya.

Akhukunna Fillah Abu Ruwaifi' Saryanto As-Sulaimi

Bandungan, Kab. Semarang, di kala pagi, Senin, 19 Muharram 1439 H.