KEUTAMAAN PUASA HARI ARAFAH (TANGGAL 9 DZULHIJJAH)


Diantara ibadah yang utama dilaksanakan pada bulan Dzulhijjah adalah puasa pada hari Arafah (9 Dzulhijjah). Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ

“Puasa hari Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah) aku harap kepada Allah dapat menghapus dosa tahun yang sebelumnya dan tahun yang setelahnya.” [HR. Muslim dari Abu Qotadah radhiyallahu’anhu]

Hadits diatas menjelaskan bahwa puasa arafah memiliki keutamaan dapat menghapus dosa satu tahun sebelum dan satu tahun sesudahnya.

Namun yang menjadi pertanyaan apakah hal ini berlaku untuk seluruh dosa, sehingga seorang tidak perlu istighfar dan taubat?, Adakah syaratnya?

BERIKUT SYARATNYA....

Diantara syarat untuk mendapatkan penghapusan dosa dengan amal-amal shalih adalah dengan menjauhi dosa-dosa besar atau bertaubat kepada Allah ta’ala dari dosa-dosa besar tersebut. Imam Nawawi berkata, menjelaskan hadis di atas,

Makna hadis ini, puasa arafah akan menghapus dosa selama dua tahun (yakni 1 tahun sebelum dan sesudahnya, pent) bagi orang yang melakukan puasa ini, para ulama mengatakan, ”Maksudnya dosa-dosa yang terhapus itu adalah dosa kecil.” Bila dia tidak memiliki dosa kecil, diharapkan puasa ini menjadi penyebab meringankan dosa besar yang dia lakukan. Apabila tidak memiliki dosa besar, puasa ini akan menjadi penyebab naiknya derajat dia.  (Al-Minhaj Syarah Shahih Muslim, 8/51)

Maka dosa yang terampuni dengan sebab puasa arafah dan amal sholih lainnya, hanya dosa kecil saja. Tidak berlaku untuk dosa besar. Tidak cukup dengan melakukan amal sholih kemudian dosa kecil otomatis terhapus. Ada syarat yang harus terpenuhi untuk mendapatkan keutamaan ini. Yaitu, dengan meninggalkan dosa-dosa besar.

Selama seseorang masih konsisten melakukan dosa besar, dab tidak ada upaya untuk bertaubat, dengan dosa besar yang dia lakukan, maka amal shalihnya tidak akan berfungsi sebagai penghapus dosa-dosa kecil. Karena Allah ta’ala berfirman,

إِن تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُم مُّدْخَلًا كَرِيمًا ﴿٣١﴾

Jika kalian menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang untuk kalian, maka Kami akan menghapus semua dosa kecil kalian. Dan Kami  akan masukkan kalian ke surga. (QS. An-Nisa : 31).

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ، وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ، وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ، مُكَفِّرَاتٌ لِمَا بَيْنَهُنَّ مَا اجْتُنِبَتِ الْكَبَائِرُ

"Sholat lima waktu, sholat Jum'at sampai Jum'at berikutnya dan puasa Ramadhan sampai Ramadhan berikutnya, adalah amalan-amalan penghapus dosa yang dilakukan di antara waktu-waktunya, selama dosa-dosa besar dijauhi." (HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu)

Maka dosa-dosa kecil akan terhapus, apabila dosa-dosa besar ditinggalkan. Hal ini menunjukkan bahwa meninggalkan dosa besar adalah syarat terhapusnya dosa kecil. Artinya, amal-amal sholih tidak akan berfungsi sebagai penghapus dosa kecil, selama dosa besar belum ditinggalkan dan belum ditaubati.

Asy-Syaikh Al ‘Allaamah Ibnu Baz rahimahullah berkata, “Mayoritas ulama berkata: Sesungguhnya mengamalkan kewajiban-kewajiban dan meninggalkan dosa-dosa besar dapat menghapus dosa-dosa kecil. Adapun dosa-dosa besar tidak dapat dihapus kecuali dengan taubat kepada Allah subhanahu wa ta’ala.” [Fatawa Nur ‘alad Darb, 6/64]

Pelajaran yang dapat kita petik dari pembahasan ini adalah jangan tinggalkan momen yang istimewa ini untuk banyak beramal shalih, bulan Dzulhijjah adalah momen yang sangat indah untuk bertaubat, karena Dzulhijjah adalah bulan yang Allah muliakan, maka lebih tidak patut lagi, bagi seorang hamba untuk melakukan dosa atau menunda-nunda taubat. Memperbaiki diri pada bulan ini adalah sebuah kemuliaan.

Pelajaran yang lainnya adalah terutama bagi jama'ah haji, tidak dianjurkan puasa Arafah, agar lebih kuat untuk menunaikan wukuf di Arafah serta memperbanyak dzikir dan doa. Mari kita benahi diri di bulan Dzulhijjah yang penuh kemuliaan ini.

Oleh: Saryanto Abu Ruwaifi' hafizhahullah

Teras Masjid Jami' An Nur, Bandungan, Kab. Semarang, Jum'at sore, 8 Dzulhijjah 1440 H/ 9 Agustus 2019 M.
-----------------
Artikel Grup Silsilah Manhaj Salaf, gabung hubungi, Ikhwan: 085326461707, Akhwat: 087893446663