JENIS-JENIS TAKBIR DI HARI RAYA IDHUL ADHA


Dalam Hari Raya Iedhul Adha terdapat dua jenis Takbir :

1. Takbir Muthlaq: Yaitu Takbir yang dilakukan pada setiap waktu, baik oleh laki-laki maupun perempuan, kecil maupun besar, di dalam rumah maupun di pasar-pasar, dan di mesjid dan tempat- tempat lainnya kecuali yang bukan merupakan tempat untuk dzikir kepada Allah 'Azza wa Jalla. Allah berfirman,

وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ

“…supaya mereka berdzikir (menyebut) nama Allah pada hari yang telah ditentukan…” (QS. Al-Hajj: 28).

Allah juga berfirman,

وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ

“….Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang…” (QS. Al Baqarah: 203).

Ibn Abbas mengatakan, “Yang dimaksud “hari yang telah ditentukan” adalah tanggal 1 – 10 Dzulhijjah, sedangkan maksud ”beberapa hari yang berbilang” adalah hari tasyriq, tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. (Al Bukhari secara Mua’alaq, bab: Keutamaan beramal di hari tasyriq).

Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar , bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ما من أيام أعظم عند الله ولا أحب إليه من العمل فيهن من هذه الأيام العشر فاكثروا فيهن من التهليل والتكبير والتحميد

“Tidak ada amal yang dilakukan di hari yang lebih agung dan lebih dicintai Allah melebihi amal yang dilakukan di tanggal 1 – 10 Dzulhijjah. Oleh karena itu, perbanyaklah membaca tahlil, takbir, dan tahmid pada hari itu.” (HR. Ahmad & Sanadnya disahihkan Syekh Ahmad Syakir).

2. Takbir Muqoyyad: Yaitu takbir yang dilakukan setiap selesai sholat lima waktu. Diantara dalilnya adalah riwayat dari Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhu,

أنه كان يكبر من صلاة الغداة يوم عرفة إلى صلاة الظهر من آخر أيام التشريق

Bahwa Umar dahulu bertakbir setelah salat subuh pada tanggal 9 Dzulhijjah sampai setelah zuhur pada tanggal 13 Dzulhijjah. (HR. Ibnu Abi Syaibah dan Al-Baihaqi. Sanadnya disahihkan Al-Albani).

Riwayat dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu,

أنه كان يكبر من صلاة الفجر يوم عرفة إلى صلاة العصر من آخر أيام التشريق، ويكبر بعد العصر

Bahwa dahulu Ali bertakbir setelah salat subuh pada tanggal 9 Dzulhijjah sampai asar tanggal 13 Dzulhijjah. Ali juga bertakbir setelah asar. (HR. Ibnu Abi Syaibah dan Al-Baihaqi. Al Albani mengatakan, “Shahih dari Ali ”).

Riwayat dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu,

أنه كان يكبر من صلاة الفجر يوم عرفة إلى آخر أيام التشريق، لا يكبر في المغرب

Bahwa Ibnu Abbas bertakbir setelah salat subuh pada tanggal 9 Dzulhijjah sampai tanggal 13 Dzulhijjah. Ia tidak bertakbir setelah maghrib (malam tanggal 14 Dzluhijjah). (HR. Ibnu Abi Syaibah dan Al-Baihaqi. Al-Albani mengatakan, “Sanadnya sahih”).

Kapan Waktu Dimulainya?

Takbir Muthlaq dimulai sejak tanggal 1 dzul Hijjah sampai tanggal 13 Dzul Hijjah (yaitu pada saat tenggelamnya matahari pada tanggal 13 tersebut).

Takbir Muqoyyad dimulai sejak selesai sholat shubuh pada hari arafah (tanggal 9 Dzul Hijjah ) sampai pada selesai sholat Ashar tanggal 13 Dzul Hijjah pada hari Tasyriq , adapun orang yang ber-ihram untuk Haji maka dia memulai takbir Muqoyyad setelah selesai sholat dzhuhur pada hari Nahr tanggal 10 Dzul Hijjah. (Lihat Syarhul Mumti ‘ : 165-167/5)

Lafazh Takbir :

1. Pertama, Takbir Ibn Mas’ud radhiyallahu ‘anhu. Riwayat dari beliau ada 2 lafadz takbir:

أ‌- اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله ُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وللهِ الْحَمْدُ
ب‌- اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله ُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وللهِ الْحَمْدُ

Keterangan: Lafadz: “Allahu Akbar” pada takbir Ibn Mas’ud boleh dibaca dua kali atau tiga kali. Semuanya diriwayatkan Ibn Abi Syaibah dalam Al Mushannaf.

2. Kedua, Takbir Ibnu 'Abbas radliallahu ‘anhuma:

اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، وَلِلَّهِ الْحَمْدُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وَأَجَلُّ
اللَّهُ أَكْبَرُ، عَلَى مَا هَدَانَا

Keterangan: Takbir Ibnu 'Abbas diriwayatkan oleh Al Baihaqi dan sanadnya dishahihkan Syaikh Al Albani.

3. Ketiga, Takbir Salman Al Farisi radhiyallahu ‘anhu:

اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا

Keterangan: Ibn Hajar mengatakan: Takbir Salman Al Farisi  radhiyallahu ‘anhu  diriwayatkan oleh Abdur Razaq dalam Al Mushanaf dengan sanad shahih dari Salman. (Lihat Syarhul Mumti ‘ : 170/5).

Oleh: Saryanto Abu Ruwaifi' hafizhahullah

Bandungan, Kab. Semarang, Jum'at ba'da maghrib, 9 Dzulhijjah 1440 H/ 9 Agustus 2019 M.
-----------------
Artikel Grup Silsilah Manhaj Salaf, gabung hubungi, Ikhwan: 085326461707, Akhwat: 087893446663