ISTIQOMAH BAGAIKAN RUMPUT


Istiqamah adalah satu kata yang singkat terdiri dari 9 huruf, namun terkadang berat untuk mengamalkannya.

Saat badai menerjang, musibah silih berganti engkau tetap teguh dalam ikatan iman dan takwa. Engkau tetap kokoh walau berbagai cobaan menerpa.

Ya begitulah kiranya istiqamah, istiqamah sangat berat, Istiqamah itu...

Bagai rumput...

Walau dipijak berulang kali, ia masih mampu bertahan.

Rumput memang lembut, ia melentur apabila dipijak, tetapi akan kembali ke bentuk asal.

Coba kalau rumput tu keras?

Jadi, kelembutan pada rumput sebenarnya adalah satu kekuatan bukan kelemahan.

Kita pun begitu, jangan terlalu keras. Kita boleh tegas, tapi jangan keras.

Rumput juga tak pernah tumbuh sendirian.

Sekali tumbuh mesti bersama dengan yang lain.

Gerak tumbuhnya perlahan tetapi sangat konsisten.

Sehari demi sehari tanpa kita sadari seluruh kawasan telah ditutupi.

Itulah rahasia rumput, hidupnya senantiasa berjamaah dan istiqamah.

Istiqomah yang dituntut adalah as-sadaad, jika tidak mampu maka berusaha mendekati (derajat istiqomah). Kita berjuang untuk mencapai satu kata tersebut agar hidup lebih bermakna.

As-sadaad yaitu berusaha seoptimal mungkin mencocoki al-qur’an dan sunnah agar selalu diatas petunjuk. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda

فَسَدِّدُوْا وَقَارِبُوْا وَأَبْشِرُوْا

“Luruslah, mendekatlah dan berilah kabar gembira..” (HR. Bukhari)

Istiqamah adalah as-sadaad  (lurus), tidak pernah melenceng dan tidak berbelok dari jalan kebenaran, inilah kesempurnaan istiqomah seorang hamba.

Namun, tidak mungkin seorang hamba tidak pernah berbuat kesalahan. Yang terpenting, kita tidak sengaja untuk terjerumus dalam kesalahan dan segera kembali ke jalan yang lurus ketika sadar mulai melenceng dari kebenaran. Inilah yang dimaksud dengan mendekati lurus, yaitu senantiasa rujuk kepada al-qur’an dan sunnah setelah sebelumnya tergelincir. Allah Ta’ala berfirman,

فَاسْتَقِيمُوا إِلَيْهِ وَاسْتَغْفِرُوهُ

“Maka tetaplah pada jalan yang lurus menuju kepada-Nya dan mohonlah ampun kepada-Nya.” (QS. Fushilat: 6)

Penyebutan istighfar setelah perintah istiqomah adalah isyarat bahwa seorang hamba pasti punya kekurangan dalam istiqomah walaupun ia telah berusaha secara optimal.

Maka jadilah seperti rumput...

Dengan hidup berjamaah dan bersikap konsisten, banyak kebaikan yang dapat dibuat.

Musuh pun tidak dapat menggugat.

Ya, rumput selalu dipijak tetapi ia tidak dihina.

Ia selalu di bawah tetapi ia bukan lemah.

Sekalipun lemah lembut, ia tidak musnah walau dipukul ribut. Berpegang lah diatas kebenaran agar engkau istiqamah.

Ust. Saryanto Abu Ruwaifi'
(Pembina Grup Silsilah Manhaj Salaf)
-----------------
Artikel Grup Silsilah Manhaj Salaf, gabung hubungi, Ikhwan: 085326461707, Akhwat: 087893446663