HAKIKAT MEMAKAI NISBAT SALAFI


______
Terkadang kita jumpai diantara golongan yang menisbatkan diri mereka kepada salaf, namun belum tentu nisbat mereka benar. Intinya menggunakan nama Salafi jika sesuai hakekatnya, maka tidaklah mengapa. Adapun jika hanya sekedar pengakuan, maka tidak boleh baginya menggunakan nama Salafi, karena dia bukan di atas Manhaj Salaf. Penamaan salafi dan mengikuti manhaj salaf itu sangat berat, tidak semua orang sesuai dengan penamaan tersebut bila ia mendahulukan hawa nafsu dan akalnya.

Maka kita dapati orang-orang Asy'ariyah juga berkata, "Kami adalah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah." Orang-orang mu'tazilah, khawarij, jahmiyah mereka mengaku sebagai Ahlus Sunnah wal jama'ah, maka pengakuan semacam ini tidak benar, karena pemahaman yang mereka miliki bukanlah Manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. Aqidah dan manhaj mereka menyimpang dari jalan slaafush shalih.
Setiap dari kelompok dan sekte mengaku sebagai salafi namun penamaan mereka palsu tidak sesuai dengan hakikat mereka sendiri. Maka bolehlah dikatakan,

كُلٌّ يَدَّعِي وَصَلاً بِلَيْلَى … وَلَيْلَى لَا تُقِرُّ لَهُمْ بِذَاكَا

 Setiap orang mengaku punya hubungan dengan Laila

 Sedang Laila tidak mengakui hal itu bagi mereka

Sejatinya orang yang mengaku bahwa dia berada di atas Ahlus Sunnah Wal Jama'ah maka akan mengikuti jalan Ahlus Sunnah Wal Jama'ah dan meninggalkan orang-orang yang menyelisihinya. Sebab Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah Ahlul Wasath (ummat yang pertengahan di antara firqah-firqah, kelompok atau golongan, aliran, pemahaman yang menyimpang dari pemahaman para Sahabat Radhiyallahu 'anhum). Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjadikan ummat (Islam) ini sebagai ummat pertengahan (ummat yang adil dan terpilih), di kalangan semua ummat manusia, sebagaimana firman-Nya:

وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِّتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا

“Dan demikian pula telah Kami jadikan kamu (ummat Islam), ummat yang adil dan pilihan, agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu.” [Al-Baqarah: 143]

Imam Ibnu Qudamah Al-Maqdisi rahimahullah berkata: "Dan semua yang memberi nama selain Islam dan sunnah adalah ahlul bid'ah seperti Rafidhah (Syi'ah), Jahmiyah, Khawarij, Murji`ah, Mu'tazilah, Karramiyah, Kullabiyah, dan yang seperti mereka. Ini adalah kelompok- kelompok sesat dan kelompok-kelompok bid'ah. Semoga Allah melindungi kita darinya."
(Lum'atul I'tiqod hal. 124)

Itulah hakikat penamaan ahlus sunnah wal jama'ah yang haq. Adapun mereka golongan-golongan yang menyimpamg jika mereka ingin mengumpulkan antara "biawak dan ikan paus" -menurut istilah orang- (yakni, ingin mengumpulkan hewan darat dan hewan laut) atau dia mau mengumpulkan antara api dengan air dalam suatu daun timbangan, maka ini mustahil.

Sungguh tidak akan bersatu Ahlus Sunnah Wal Jama'ah dengan Madzhabnya orang-orang yang menyelisihi mereka, seperti Khawarij, Mu'tazilah, dan hizbiyyun yang disebut oleh kebanyakan orang dengan "Muslim Masa Kini", atau "Muslim Cendekiawan" yaitu orang yang mau mengumpulkan kesesatan-kesesatan orang-orang di zaman ini bersama Manhaj Salaf dan menyatukan mereka diatas persatuan yang bathil.

Maka tidak akan baik akhir dari umat ini kecuali dengan sesuatu yang memperbaiki awalnya. Walhasil, harus ada pembedaan dan penyaringan.
(Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah dalam Al-Ajwibah Al-Mufidah An As'ilah Al-Manahij Al-Jadidah hal.36-40)

Jadi, penamaan dengan nama Salafi ini tidaklah mengapa, dengan syarat seseorang berada di atas manhaj dan aqidah Salaf. Mereka ittiba'
(memgikuti dan mencontoh) metode beragama yang benar menurut pemahaman para sahabat Rasululullah.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata, "Tidak ada cela bagi siapa yang menampakkan manhaj Salaf dan menisbatkan diri kepadanya, bahkan wajib hal itu diterima secara sepakat karena sesungguhnya manhaj Salaf tidak ada di dalamnya kecuali kebenaran." (Dalam Majmu' Al-Fatawa 4/149)

Al-Allamah Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah pernah ditanya, "Bagaimana pandangan anda tentang orang yang menamakan diri dengan As-Salafy atau Al-Atsary, apakah itu bentuk tazkiyah (penyucian diri) ?"

Asy-Syaikh bin Baz rahimahullah menjawab, "Jika dia benar bahwa dia adalah Atsary atau Salafy, maka tidak mengapa, seperti para Salaf dahulu berkata, 'fulan Salafy, fulan Atsary.' Ini adalah tazkiyah yang harus ada, tazkiyah yang wajib." (Kaset Ceramah Haqqul Muslim oleh Asy-Syaikh Abdul Azizi bin Baz rahimahullah).

Penamaan- penamaan Ahlus Sunnnah wal Jama’ah adalah nisbah kepada generasi awal umat Islam yang berada di atas tuntunan Rasulullah shollallahu 'alaihi wa 'ala alihi wa sallam, maka penamaan tersebut akan mencakup seluruh ummat pada setiap zaman yang berjalan sesuai dengan jalan generasi awal tersebut baik dalam mengambil ilmu atau dalam pemahaman atau dalam berdakwah dan lain-lainnya.
______
Oleh: Ust. Saryanto Abu Ruwaifi' hafizhahullah.
(Pembina Grup Silsilah Manhaj Salaf)
-----------------
Artikel Grup Silsilah Manhaj Salaf, gabung hubungi, Ikhwan: 085326461707, Akhwat: 087893446663