ENJOY YOUR LIFE

 Seri Tazkiyatun Nufus


Saudaraku, Bahagia adalah sebuah harapan yang siapapun pasti ingin mendapatkannya. Hingga seorang penjahat yang sangat bengis pun pasti dia ingin hidup bahagia. Banyak orang menempuh jalan-jalan yang mereka anggap jalan menuju kebahagiaan. Sebuah pepatah mengatakan

استمتع بحياتك

"Nikmatilah hidupmu"

Kebahagiaan sejati dan kehidupan yang baik diraih dgn mendekatkan diri kepada Allah.
Dekat dengan Raja dari seluruh raja,
Dekat dengan Dzat yang mengua sai langit dan bumi, Dimana..
Seluruh perkara atas perintahNya,
Seluruh makhluk adalah ciptaanNya,
Seluruh pengaturan atas rencanaNya..

Oleh karena itu, engkau akan dapati seseorang yang senantiasa galau dan penat, Engkau dapati seseorang selalu menikmati semua keinginan syahwatnya,
Bersamaan dengan itu..
Engkau jumpai ia termasuk manusia yang paling tersakiti jiwanya,
Manusia yang paling gundah hatinya,
Manusia yang paling bosan hidupnya..

Pergilah dan carilah manusia terkaya di dunia ini niscaya engkau dapati dirinya termasuk manusia yang paling lelah hidupnya..
Mengapa?

Karena Allah jadikan ketentraman jiwa dalam pendekatan diri kepadaNya,
Allah jadikan kelezatan hidup dalam pendekatan kepadaNya,
Allah jadikan ketenangan hidup manusia dengan mendekat kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Ada tiga jalan untuk meraih kebahagiaan. Siapa yang menempuhnya ia akan bahagia di dunia dan akhirat. Ketiga hal itu adalah (1) apabila diberi dia bersyukur, (2) jika mendapat cobaan dia bersabar, dan (3) apabila melakukan perbuatan dosa, ia memohon ampunan. Inilah tiga bentuk kebahagiaan.

1. Apabila diberi bersyukur

Rukun bersyukur itu ada tiga:
(1) menyebutkannya secara terang-terangan, (2) mengakuinya dengan keyakinan hati bahwa itu dari Allah,
(3) menggunakannya untuk menaati Sang Pemberi.

Inilah nikmat yang benar-benar menjadi hadiah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Adapun jika seseorang tidak bersyukur, Allah mengancamnya dengan adzab yang pedih. Sebagaimana firman-Nya:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.” [Quran Ibrahim: 7].

2. Apabila mendapat cobaan dia bersabar.

Allah Jalla wa Ala berfirman,

وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

“Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar- benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.”
 [Quran Al-Anbiya: 35].

Allah akan menguji manusia dengan sesuatu yang baik dan buruk. Barangsiapa yang diuji dengan keburukan hendaknya dia bersabar. Dan apabila seseorang diuji dengan nikmat hendaknya ia bersyukur. Inilah orang yang berbahagia. Adapun orang yang apabila diberikan kenikmatan dia malah kufur nikmat, dan kalau diuji dengan keburukan dia mencela takdir Allah, inilah orang yang celaka dan binasa.

3. Ketiga: Apabila berdosa, dia memohon ampunan.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

“Semua anak Adam banyak melakukan kesalahan. Dan sebaik-baik orang yang melakukan kesalahan adalah mereka yang bertaubat.”

Manusia sangat mungkin melakukan kesalahan, tapi apabila ia terus-menerus dalam kesalahan tersebut. Atau ia berputus asa dari rahmat Allah, sehingga pesimis untuk bertaubat. Yang demikian ini adalah musibah, na'udzubillah. Apabila ia bertaubat dari dosanya, Allah pasti mengampuninya. Ia akan mendapatkan balasan kebaikan atas taubat tersebut. Buah istighfar adalah:

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” [QS. Ali Imran: 133].

Itulah jalan hidup bahagia setiap mukmin, seorang mukmin selalu berusaha terus menerua muhasabah dirinya dalam kehidupan. Dan sudah barang mungkin setiap hamba mampu menikmati hidupnya dengan jalan diatas. Bahagialah anda bersama takwa, sebab ia adalah jalan kemuliaan. Allahua'lam.

Akhukum Saryanto Abu Ruwaifi'

Bandungan, Kab. Semarang, Ahad menjelang 10 Dzulqo'dah 1439 H , 19. 29 WIB.