Amalan-Amalan Dzikir di Hari Tasyrik


Hari tasyrik adalah hari-hari yang Allah muliakan di dalamnya, dan hari yang diperintahkan agar banyak berdzikir. Hari tasyriq adalah hari kesebelas, dua belas dan tiga belas di bulan Dzulhijjah. Telah ada keutamaannya ayat dan hadits. Allah Ta’ala berfirman :

وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ

“Ingatlah Allah di hari-hari yang terbilang.” (QS. Al-Baqarah: 203).

Yang dimaksud Ayyam ma’dudat adalah hari tasyriq, hal itu dikatakan oleh Ibnu Umar radhiallahu anhu dan pilihan kebanyakan para ulama

Juga berdasarkan hadits dari Nubaisyah Al Hudzali, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ

“Hari-hari tasyrik adalah hari makan dan minum.”
(HR. Muslim no. 1141)

Beberapa dzikir yang diperintahkan oleh Allah di hari-hari Tasyrik ada beberapa macam, diantaranya:

1.Pertama: Banyak berdzikir kepada Allah dengan bertakbir setelah selesai menunaikan shalat wajib. Amalan ini disyariatkan hingga akhir dari hari Tasyrik sebagaimana pendapat mayoritas ulama.

2.Kedua: membaca basmalah dan takbir ketika menyembelih nusuk (kurban). Karena waktu menyembelih hadyu dan kurban sampai akhir hari tasyriq.

3.Ketiga: berdzikir memuji Allah Ta’ala  saat makan dan minum. Sebab diantara amalan yang disyariatkan ketika memulai makan dan minum adalah membaca basmalah dan mengakhirinya dengan hamdalah. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam

إن الله عزَّ وجل يرضى عن العبد أن يأكل الأكلة فيحمده عليها ، ويشرب الشَّربة فيحمده عليها

"Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla ridho terhadap seorang hamba yang saat memakan suatu makanan ia memuji Allah (Alhamdulillah) dan meminum suatu minuman ia memuji Allah" (HR. Muslim: 2734)

4⃣ Keempat: berdzikir dengan takbir ketika melempar jumroh di hari Tasyrik. Amalan ini khusus untuk orang yang melaksanakan ibadah haji.

5⃣ Kelima: Berdzikir pada Allah dengan dzikir-dzikir yang mutlak, karena kita dianjurkan memperbanyak dzikir di hari-hari Tasyrik. Sebagaimana Umar ketika itu pernah berdzikir di Mina di dalam kemahnya, lalu orang-orang pun mendengarnya, lalu mereka bertakbir, sampai Mina menggema dengan takbir. Allah Ta’ala berfirman:

فإذا قضيتم مناسككم فاذكروا الله كذكركم آبائكم أو أشد ذكراً . فمن الناس من يقول ربَّنا آتنا في الدنيا وماله في الآخرة من خلاق ومنهم من يقول ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار

“Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berdzikirlah dengan menyebut Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berdzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang bendoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia", dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat. Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka" (QS. Al-Baqarah: 200-201).

Kebanyakan ulama salaf menganjurkan agar banyak berdoa dengan doa ini (rabbana aatina fid dunya hasanah) di hari-hari tasyriq. Sebagaiman sabda Nabi sallallahu alaihi wa sallam ‘Sesungguhnya hari-hari tasyrik adalah hari makan dan minum serta mengingat Allah Azza wajalla'. Maka hal ini memberikan isyarat bahwa makan dan minum pada hari raya, membantu untuk mengingat Allah dan ketaatan kepada-Nya. Hal itu termasuk kesempurnaan syukur nikmat, membantu dalam melaksanakan ketaatan.

Sementara Allah Ta’ala memerintahkan dalam kitab-Nya untuk makan dari sesuatu yang baik dan bersyukur kepada-Nya. Maka barangsiapa yang meminta pertolongan dengan nikmat Allah lalu berbuat kemaksiatan, maka dia telah kufur terhadap nikmat Allah, karena ia telah mengganti kenikmatan dengan kekufuran. Sebagaimana ada ungkapan.

إذا كنت في نعمةٍ فارعها فإن المعاصي تزيل النعم

وداوم عليها بشُكر الإله فشُكر الإله يُزيل النِّقـم

Jika engkau mendapat tambahan kenikmatan, maka jagalah. Karena kemaksiatan dapat menghilangkan kenikmatan.

Dan jagalah ia dengan cara syukur kepada Allah, karena syukur kepada Allah dapat menghilangkan kesengsaraan.

Semoga dengan banyak berdzikir di hari tasyrik kita mendapat ampunan dan limpahan rahmat dari Allah ta'ala. Aamiin.

Oleh: Ust. Saryanto Abu Ruwaifi' hafizhahullah.
(Pembina Grup Silsilah Manhaj Salaf)
-----------------
Artikel Grup Silsilah Manhaj Salaf, gabung hubungi, Ikhwan: 085326461707, Akhwat: 087893446663