TERKADANG BUTUH CUBITAN KASIH SAYANG

Seri Tazkiyatun Nufus


Terkadang kehidupan memang tak selalu mulus, lancar, sesuai kemauan, namun kehidupan akan ada sedikit beriak dan sedikit bergelombang. Siangnya terasa manis, malamnya terasa pahit. Terkadang ia sakit, terkadang ia sehat.

Bagaimana jika hidup anda selalu mulus, sedangkan selama hidup tak kenal Allah ?, Ada orang yang bahagia karena pekerjaan haram dan bergelimang dosa,

Berkata pekerja bank plecit/ bank keliling (bank titil): "Gimana ya pak sebenarnya saya tahu pekerjaan saya haram dan dosa, tapi gimana lagi ya, adanya kerja cuma ini, susah cari kerja lain, dari pekerjaan ini anak istri saya juga makan dari ini."

Berkata pekerja karaoke: "Mas, kalau saya tidak kerja disini, nanti anak istri saya makan apa?"

Berkata pekerja bank Riba: "Kalau saya tidak kerja nanti saya tidak bisa makan, ya saya tahu ini haram, tapi kan saya juga tetap shalat, zakat, puasa."

Saudara semua alasan yang dipakai adalah "alasan tidak bisa makan" dan kembalinya ke permasalahan perut. Jika karena alasan tidak bisa makan, maka tentunya orang yang beriman yakin bahwa segala sesuatu telah ditanggung rezekinya. Orang beriman tidak akan takut bila tak bisa makan, namun ia takut bila do'anya, shalatnya, zakatnya, infaqnya, seluruh amalannya tidak diterima oleh Allah walaupun dia dalam kondisi berkecukupan.

Lalu bagaimana dengan mereka yang beralasan "nanti tidak bisa makan ?, "Kebutuhan pokok semakin naik", "Harus belanja buat makan", "wanita harus dandan" , "nanti ketinggalan sama tetangga, jadi malu", tentu ini semua adalah alasan yang konyol. Hanya orang bodoh tak beriman yang berkata seperti itu. Padahal Allah Ar Razzaq sendiri sudah berjanji kepada para hambaNya menjamin rezeki setiap makhluknya, Allah ta'ala berfirman,

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا

“Dan tidak ada satupun makhluk yang berjalan di muka bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya” (Huud: 6).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ الْمَلَكُ فيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ، وَأَجَلِهِ، وَعَمَلِهِ، وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيْدٌ

“Kemudian diutuslah Malaikat kepadanya untuk meniupkan ruh di dalamnya, dan diperintahkan untuk menulis empat hal, yaitu menuliskan rizkinya, ajalnya, amalnya, dan celaka atau bahagianya” (HR. Al Bukhari dan Muslim).

Maka kita katakan kepada orang-orang yang berkata konyol diatas, anda termasuk pemalas dalam mencari rezeki yang halal, anda kurang bersungguh-sungguh dalam bekerja. Anda maunya instan dapat duwit, maunya duwit langsung turun dari langit, berarti anda somong seperti orang yahudi yang menantang para Nabi agar menurunkan langsung nikmat dari langit.

Bila ia berkata, loh walau saya tahu itu haram dan dosa, kan saya juga shalat, berdo'a, zakat infaq, bukankah nanti akan dihapus oleh Allah?. Maka kita sangkal dengan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّبًا وَإِنَّ اللَّهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِينَ فَقَالَ ( يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّى بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ) وَقَالَ (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ) ». ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِىَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ.

“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu thoyyib (baik). Allah tidak akan menerima sesuatu melainkan dari yang thoyyib (baik). Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin seperti yang diperintahkan-Nya kepada para Rasul. Firman-Nya: ‘Wahai para Rasul! Makanlah makanan yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.’ Dan Allah juga berfirman: ‘Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki yang baik-baik yang telah kami rezekikan kepadamu.'” Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang seorang laki-laki yang telah menempuh perjalanan jauh, sehingga rambutnya kusut, masai dan berdebu. Orang itu mengangkat tangannya ke langit seraya berdo’a: “Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku.” Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dari yang haram, maka bagaimanakah Allah akan memperkenankan do’anya?” (HR. Muslim no. 1015)

Alangkah buruknya penghasilan haram ia akan menolak amalan seorang hamba. Sedangkan penghasilan halal akan memudahkan amalan seseorang diterima. Ada yang bertanya kepada Sa’ad bin Abi Waqqosh,

“Apa yang membuat do’amu mudah dikabulkan dibanding para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lainnya?” “Saya  tidaklah memasukkan satu suapan ke dalam mulutku melainkan saya mengetahui dari manakah datangnya dan dari mana akan keluar,” jawab Sa’ad.

Dari Wahb bin Munabbih, ia berkata, “Siapa yang bahagia do’anya dikabulkan oleh Allah, maka perbaikilah makanannya.”

Dari Sahl bin ‘Abdillah, ia berkata, “Barangsiapa memakan makanan halal selama 40 hari, maka do’anya akan mudah dikabulkan.”

Yusuf bin Asbath berkata, “Telah sampai pada kami bahwa do’a seorang hamba tertahan di langit karena sebab makanan jelek (haram) yang ia konsumsi.”

Sebagian salaf berkata,

لا تستبطئ الإجابة ، وقد سددتَ طرقها بالمعاص

“Janganlah engkau memperlambat terkabulnya do’a dengan engkau menempuh jalan maksiat.” (Dinukil dari Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, Ibnu Rajab Al Hambali, 1: 275-276)

Bila mereka masih "ngeyel" atau sombong dengan prinsip mereka, jangan-jangan itu adalah suatu bentuk ISTIDRAJ dari Allah ta'ala.

Istidraj yaitu Allah berikan dunia kepadanya tetapi dirumah hanya bersenang-senang saja. Itu hakikatnya Allah sudah tidak peduli padamu. Istidraj adalah bisnismu lancar dan omset meningkat, tapi engkau lalaikan shalat. Kerjanya lancar tapi dari hasil haram, shalat juga lancar tapi tertolak, Karir dan jabatan terus meningkat, tapi terus melakukan maksiat.

Maka terkadang manusia butuh “cubitan kasih sayang”, butuh peringatan berupa ujian. Ujian yang menimpa adalah tanda kasih sayang. Dalam hadits,

وَإِنَّ اللهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ، فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا، وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السُّخْطُ

“Apabila Allah mencintai seseorang, maka Allah akan memberikan cobaan kepadanya, barangsiapa yang ridha (menerimanya) maka Allah akan meridhainya dan barangsiapa yang murka (menerimanya) maka Allah murka kepadanya.” ( HR. At-Tirmidzi)

Ujian juga adalah tanda kebaikan dari Allah. Rasulullah shalallahu 'alaih wa sallam bersabda,

إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الْخَيْرَ عَجَّلَ لَهُ الْعُقُوبَةَ فِى الدُّنْيَا وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الشَّرَّ أَمْسَكَ عَنْهُ بِذَنْبِهِ حَتَّى يُوَفَّى بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Jika Allah menginginkan kebaikan pada hamba, Dia akan segerakan hukumannya di dunia. Jika Allah menghendaki kejelekan padanya, Dia akan mengakhirkan balasan atas dosa yang ia perbuat hingga akan ditunaikan pada hari kiamat kelak.” (HR. Tirmidzi no. 2396)

Ingatlah rezeki sudah diatur sedemikiam rupa tinggal kita bersabar dan ikhitar dalam mencari rezeki, bukan langsung instan, atau yang penting berkata "loh kan kerja gini saya jga sudah ikhtiar" hanya orang sombong dan bodoh yang berkata seperti ini, dia tidak tahu Allah ta'ala berfirman,

وَلَوْ بَسَطَ اللَّهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ لَبَغَوْا فِي الْأَرْضِ وَلَكِنْ يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَا يَشَاءُ إِنَّهُ بِعِبَادِهِ خَبِيرٌ بَصِيرٌ

“Dan jikalau Allah melapangkan rezki kepada hamba- hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba- hamba-Nya lagi Maha Melihat.” (QS. Asy Syuraa: 27)

Semoga Allah ta'ala anugerahkan kepada kira rezeki yang halal dan dari sumber penghasilan yang halal. Aamiin. Allahua'lam.

Ditulis oleh: Saryanto Abu Ruwaifi' hafizhahullah

Bandungan, Kab. Semarang, Jateng, Jum'at berkah, 23 Dzulqo'dah 1440 H/26 Juli 2019 M.
----------
Artikel Grup Silsilah Manhaj Salaf gabung hub. 085326461707.