Betapa Letihnya Perjalanan Kita

Seri Tazkiyatun Nufus


Tak terasa perjalanan hidup begitu panjang, penuh lika-liku. Malamnya dan siangnya semua kita lalui tuk mencari ridho ilahi. Rasa letih, penat pun mendayu. Namun kita semua berusaha tuk maju dan bersungguh- sungguh meraih yanh terbaik. Janganlah kau mudah mengeluh akibat perjalanan yang melelahkan ini, Allah ta'ala berfirman,

لقد لقينا من سفرنا هذا نصب

"Sungguh, kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini.." [QS. Al-Kahfi: 62]

Terkadang ada langkah yang terhenti, atau hati yang merasa sesak, air mata yang tak mengering, atau harapan yang tak lagi tertambat. Ingatlah mita tidaklah sendiri, kita bukanlah satu-satunya yang telah kehilangan. Kita sama merasa terik, dan terkadang merasa terpaku, tentang kehidupan yang dingin, atau kelelahan kita mengejarnya, dan engkau tak lagi memiliki tempat untuk kembali..?

Ketika itu, ada seorang laki-laki. Urwah bin Az-Zubair rahimahullah, ia menuturkan sebuah syair, tentang para pendahulu..

وأعلم أني لم تصبني مصيبة من الدهر إلا قد أصابت فتى قبلي

"Dan ketahuilah bahwa, tidaklah aku tertimpa suatu musibah dari masa ini. Melainkan musibah itu pernah menimpa orang sebelumku.." [Hilyah al-Auliya', 2/178]

Ia juga menuturkan..

اللهم كان لي بنون سبعة فأخذت منهم واحدا وأبقيت لي ستة وكان لي أطراف أربعة فأخذت طرفا وأبقيت ثلاثة

"Ya Allah, aku memiliki tujuh orang putra, lalu Engkau mengambil satu dari mereka dan menyisakan enam untukku. Aku memiliki empat anggota tubuh (dua kaki dan dua tangan), lalu Engkau mengambil satu dan menyisakan tiga.."

Beliau pun melanjutkan kalimatnya..

فإن ابتليت لقد عافيت، ولئن أخذت لقد أبقيت

"Jika Engkau menguji, maka sungguh Engkau memberi keselamatan. Jika Engkau mengambil (sesuatu), maka sungguh Engkau menyisakan (nikmat yang banyak).." [Tarikh al-Islam, 6/427]

Maka kembalilah kepada jalan yang lurus, karena hanya kepada Allahlah segala perkara dikembalikan dan hanya kepada-Nyalah kita memohon pertolongan. Ya Allah, janganlah Engkau jadikan dunia sebagai penyebab terbesar kegundahan hati kami, dan tegarkanlah hati kami di atas agama-Mu. Jadikanlah kehidupan kami sebagai proses kebaikan dan jadikanlah kesalahan kami sebagai pelajaran yang berharga.

Oleh: Saryanto Abu Ruwaifi' hafizhahullah

Bandungan, Kab. Semarang, Jawa Tengah, Ahad, 25 Dzulqo'dah 1440 H/ 28 Juli 2019 M.
-----------------
Artikel Grup Silsilah Manhaj Salaf, gabung hub. WA 085326461707.